FirmanNya (سبحان الله) menurut riwayat Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Abbas, artinya penyucian Allah Ta'ala terhadap diri-Nya sendiri dari segala keburukan. Umar bin Khaththab pernah mengatakan kepada Ali dan para sahabat yang ada bersamanya, "Laa Ilaaha Illa Allah (tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah), kami telah mengetahuinya. Mengutipbuku Dimensi HAM dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 oleh Miksan Ansor, kandungan Al Maidah ayat 32 dapat dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), yakni hak untuk hidup. Semua manusia telah memiliki hak tersebut sejak lahir. AbdurRahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah mengatakan, "Barang siapa yang membunuh seorang manusia, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya, yakni diwajibkan atas dirinya menjalani hukum qisas (pembalasan), tidak ada bedanya antara yang dibunuh adalah seorang manusia ataupun sejumlah orang. SuratAl Fathir ayat 32 memiliki isi kandungan yang perlu dipelajari oleh umat muslim. Sama seperti ayat-ayat Al Quran lainnya yang juga mengandung pesan yang dibawa masing-masing sesuai dengan asbabun nuzul atau sebab turunnya. Surat ini merupakan surat yang ke-35 dalam susunan mushaf Al Quran yang mengandung 75 ayat. Dinamakan Fathir sebab Ayatini menunjukkan bahwa membunuh hanyalah dibolehkan dalam dua keadaan: Allah memandang bahwa membunuh seseorang seperti membunuh manusia seluruhnya, karena seseorang adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti membunuh juga keturunannya. Berikutini isi kandungan surat Al Maidah Ayat 32 yang kami sarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Ibnu Katsir , Tafsir Al Munir , Fi Zilalil Quran , dan Tafsir Al Azhar . Isi kandungan ini juga telah dimuat di WebMuslimah dalam judul Isi Kandungan Surat Al Maidah Ayat 32 . yik1.

asbabun nuzul surat al maidah ayat 32