Dilansirdari Ensiklopedia, tangguh,kuat,dan tidak mudah putus asa merupakan sikap dalam berwirausaha yang berarti Ulet atau tekun. Pembahasan dan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. Ketabahan adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. A Pengertian Ulet, Keuletan. Ulet dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah liat; kuat (tidak mudah putus, tidak getas); tidak mudah putus asa yang disertai kemauan keras dalam berusaha mencapai tujuan dan cita-cita. Sementara keuletan dalam KBBI adalah perihal ulet. Ulet berarti tidak mudah putus asa yang berarti dengan kemauan yang Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS tangguh kuat dan tidak mudah putus asa. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Tangguh kuat dan tidak mudah putus asa disebut A. Ketabahan B. Bersahaja C. Disiplin D. Keuletan E. Kesopanan 4. Jika perusahaannya mengalami kemunduran, seorang wirausaha yang ulet harus bersikap atau bertindak A. Mencari pekerjaan B. Berhenti berusaha C. Tetap mencoba sampai berhasil D. Ikhlas E. Menyerah 5. 25Questions Show answers. Question 1. SURVEY. 30 seconds. Q. Seorang wirausaha harus memiliki visi (tujuan) terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya, merupakan salah satu karakteristik wirausaha yang disebut answer choices. Doers. Destiny. Ulet(Keuletan) Sopan (Kesopanan) Jawaban: D. Ulet (Keuletan) Dilansir dari Encyclopedia Britannica, tangguh, kuat dan tidak mudah putus asa disebut ulet (keuletan). Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Gambar Tersebut adalah kemasan? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. TGVE. Apa yang Dimaksud dengan Pantang Menyerah? Pantang menyerah adalah sikap kuat yang tidak mudah menyerah dengan tantangan dan rintangan yang ada. Orang-orang yang memiliki sikap pantang menyerah tidak akan berpasrah begitu saja dengan keadaan, melainkan mereka akan memberikan kerja keras dengan usaha maksimal yang mereka miliki dan performa terbaik dalam setiap kesempatan yang ada. Dengan kata lain, pantang menyerah adalah sebuah sikap yang tidak mudah putus asa dalam melakukan segala hal, dan sikap pantang menyerah ini selalu dibarengi dengan perasaan yang optimis dan mudah untuk bangkit dari keterpurukan. Memang, pada dasarnya manusia tidak sabar untuk bisa segera meraih kemenangan. Sebagai manusia, kita memiliki perasaan yang sangat kuat untuk segera mendapatkan hasil secepat atau seinstan mungkin, dan hasil instan yang mereka inginkan ini pasti memiliki kaitan yang erat dengan kelangsungan hidup mereka. Sebagai contoh, manusia pada zaman dulu, mereka bertahan hidup di dalam goa dan perlu mencari makan melalui perburuan dan membuat api unggun untuk menghangatkan mereka dari kedinginan malam. Apalagi zaman dahulu belum ada selimut yang tebal untuk menghangatkan kita. Bagaimana jika kebutuhan manusia tidak segera terpenuhi? Tentunya, ini akan memberikan dampak yang negatif bagi kelangsungan hidup mereka. Contoh lainnya adalah seorang bayi yang selalu menangis setiap menginginkan sesuatu. Dalam hal ini, menangis adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan perhatian secara instan yang sangat diperlukan oleh seorang bayi untuk mendapatkan apa yang dia mau, entah itu makanan, susu atau yang lainnya. Oleh karena itu, menginginkan hasil yang instan memang sudah tertanam di dalam diri kita sejak usia dini dan ini tetap tersimpan dalam otak kita di sepanjang hidup. Namun, kita perlu menunggu dan siap untuk kalah Nah berbeda dengan zaman sebelumnya, cara kita untuk meraih kesuksesan di zaman modern ini sangat berubah dengan zaman dahulu kala. Cara kita untuk mendapatkan kesuksesan sudah dirancang oleh para masyarakat modern. Sebagai contoh, pastinya kita memerlukan uang untuk bisa bertahan hidup dengan membeli kebutuhan hidup seperti makanan, minuman, membayar tempat tinggal, dan lain sebagainya. Setelah bekerja, kita akan mendapatkan uang dan bentuk apresiasi lainnya seperti bonus. Inilah mengapa, kita sering dipaksa atau dilatih untuk bekerja keras terlebih dahulu demi mendapatkan hasil yang kita dambakan. Ini bertujuan agar sikap dasar kita yang selalu menginginkan hasil yang instan dapat dimusnahkan secara perlahan-lahan. Meskipun begitu, bukan berarti sikap dasar kita untuk segera mendapatkan hasil yang instan bisa pudar begitu saja loh. Otak kita tetap memiliki pemikiran dasar bahwa hasil yang lebih cepat pertanda lebih baik. Kebutuhan kita untuk mendapatkan hasil yang instan terus mengintai naluri kita, dan cenderung meracuni’ pikiran kita untuk segera berhenti dari pekerjaan yang kita lakukan jika hasil yang instan tidak segera terlihat. Kunci dari semua ini sebenarnya adalah membuat manusia untuk memahami bahwa waktu yang digunakan untuk menunggu merupakan waktu yang vital. Waktu ini dapat digunakan untuk bekerja lebih keras demi meraih kesuksesan yang didambakan, daripada hanya menyerah begitu saja. Dari kalah menjadi pecundang Menurut rekan-rekan Career Advice, apakah seorang yang kalah berarti seorang pecundang? Ternyata, mereka yang mengalami kegagalan atau kekalahan bukan berarti sah menjadi pecundang loh. Sayangnya mereka akan segera menjadi pecundang, apabila mereka mulai menyalahkan keadaan atas kegagalan yang mereka hadapi. Maksudnya, orang-orang ini akan memberitahu diri mereka tentang fakta’ atau beberapa alasan lain untuk membenarkan suatu hal yang negatif dari kemampuan mereka. Nah, beberapa alasan yang diberikan kepada diri kita sendiri ini merupakan keyakinan yang terbentuk dari pengalaman di masa lalu. Contohnya seperti kesalahan atau kegagalan yang pernah mereka rasakan sebelumnya. Mereka akan mulai mengatakan bahwa “kalau saja umur saya lebih muda, pasti saya bisa mendapatkannya” atau “Mungkin kegagalan yang saya rasakan ada kaitannya dengan kegagalan yang pernah saya rasakan dua tahun lalu” dan alasan-alasan lainnya yang dijadikan sebagai pembetulan’ dari kegagalan kita. Disitulah sebenarnya kita sudah mulai menjadi seorang pecundang. Intinya, seorang yang mengalami kekalahan atau kegagalan, bukan berarti mereka seorang pecundang. Namun, apabila mereka sudah membenarkan segala kekalahan mereka dengan alasan-alasan lainnya, pada saat itulah mereka menjadi seorang pecundang. Disisi lain, kondisi ini akan berubah jika mereka mau bersikap jujur dengan diri mereka sendiri. Bagi mereka, kegagalan adalah sebuah kegagalan. Tidak perlu mencari-cari alasan yang membenarkan kegagalan tersebut. Sebuah kegagalan perlu dihadapi dan dievaluasi, bukan untuk didramatisasi. Pada kenyataannya, penyebab kita mengalami kegagalan adalah karena tidak mau bertahan lebih lama, mempertahankan keyakinan dan kepercayaan, serta menjadikan sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berarti untuk meningkatkan kualitas diri demi meraih kesuksesan yang didambakan. Inilah mengapa kita perlu bersikap pantang menyerah demi berhasil menggapai apa yang menjadi tujuan kita. Kita perlu bertindak seperti pemenang dan pantang menyerah Ini merupakan sikap yang perlu kita adopsi. Tidak perlu mencari alasan-alasan lain sebagai pembenaran dari kegagalan kita. Namun, kita perlu bersikap sebagai seorang pemenang yang begitu yakin bahwa apa yang kita inginkan PASTI akan tercapai. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai di dunia ini, bukan? Memang wajar jika kita masih sering terpikir kembali tentang beberapa kegagalan yang datang kepada kita di masa lalu. Namun, kita tidak bisa menggunakannya sebagai sebuah pembuktian bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan keberhasilan sampai kapanpun. Percayalah rekan-rekan Career advice, satu, dua atau tiga kegagalan sekalipun di masa lalu, tidak dapat mendikte’ hasil perjuangan kita di masa depan. Apabila kita tetap melakukannya, duh yang ada itu hanya merusak peluang-peluang emas yang bisa kita dapatkan di masa depan. Rekan-rekan Career Advice perlu untuk menempatkan fokus tertinggi pada tujuan hidup Anda dan melakukan segala kerja keras demi berhasil sampai ke sana. Tidak bisa dipungkiri bahwa rintangan akan selalu ada untuk menghalangi kita mencapai tujuan, namun hal yang harus kita lakukan adalah mengatasi permasalahan tersebut, bukan menyalahkannya. Jadikan setiap bebatuan dari rintangan yang kita hadapi sebagai kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Dan, sesuatu hal itu hanya akan didapatkan oleh Anda yang terus bergerak maju untuk menuju kesuksesan. Apabila rekan-rekan Career Advice ingin meraih kesuksesan setelah kegagalan, mulailah berpikir seperti orang yang sukses 1. Perluas Perspektif Mungkin kita akan sulit untuk melihat gambaran besar yang sedang terjadi saat ini. Intinya, jalan menuju kesuksesan pasti akan mengalami pasang-surut kehidupan. Jadi ketika suatu kegagalan kecil datang menghampiri, bukan berarti kita tidak akan pernah menuju kesuksesan yang kita inginkan. Dalam kata lain, kita perlu memperluas perspektif kita dalam menghadapi kegagalan dan pantang menyerah. 2. Perkecil Tujuan yang Besar Ini bukan berarti kita tidak bisa memiliki tujuan yang besar. Maksudnya adalah, tujuan yang besar cenderung terlihat menakutkan dan sulit untuk digapai. Jadi untuk memudahkan kita dalam menggapainya, kita perlu membuat tujuan tersebut menjadi potongan-potongan kecil yang bisa kita raih dengan mudah. Perlahan tapi pasti, semua tujuan itu akan menjadi kumpulan-kumpulan tujuan yang besar. Baik, rekan-rekan Career Advice pasti sekarang sudah tahu apa perbedaan antara pecundang dan pemenang. Jika rekan pembaca benar-benar ingin meraih kesuksesan, maka rekan pembaca harus menyadari bahwa tidak ada yang peduli dengan kegagalan yang Anda hadapi. Kita perlu menghadapi kegagalan yang ada di depan mata, bukan menyalahinya dengan alasan-alasan lain. Jadi tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice. Tangguh, kuat dan tidak mudah putus asa disebut? Tabah Bersahaja Disiplin Ulet Keuletan Sopan Kesopanan Jawaban D. Ulet Keuletan Dilansir dari Encyclopedia Britannica, tangguh, kuat dan tidak mudah putus asa disebut ulet keuletan. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Gambar Tersebut adalah kemasan? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Tangguh,kuat,dan tidak mudah putus asa merupakan sikap dalam berwirausaha yang berarti? Ketabahan dipahami Disiplin Ulet atau tekun Sopan santun Jawaban yang benar adalah D. Ulet atau tekun. Dilansir dari Ensiklopedia, tangguh,kuat,dan tidak mudah putus asa merupakan sikap dalam berwirausaha yang berarti Ulet atau tekun. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Ketabahan adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. dipahami adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban C. Disiplin adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban D. Ulet atau tekun adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban E. Sopan santun adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah D. Ulet atau tekun. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Siswa dapat menjelaskan pengertian wirausaha 1 Soal Kewirausahaan adalah Orang yang melakukan kegiatan dengan cara mengorganisasikan faktor produksi Mental dan sikap yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil kerjanya Mampu berusaha sendiri tanpa tergantung dengan orang lain Orang yang memiliki sikap mandiri dan tangguh Orang yang memiliki komitmen tinggi serta pekerja keras Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Siswa dapat menyebutkan sasaran kewirausahaan 2 Soal Yang termasuk dalam sasaran kewirausahaan adalah Para pelajar dan generasi muda dan putus sekolah Para pelaku ekonomi dan pemuda putus sekolah Instansi pemerintah dan kelompok masyarakat Anak putus sekolah, organisasi profesi, kelompok masyarakat Para generasi muda, para pelaku ekonomi serta Instansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha Kunci Jawaban E KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Siswa dapat menjelaskan pengertian salah satu karakteristik wirausahawan 3 Soal Karakteristik wirausahawan yang mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya disebut Doers Devotion Dream Details Destiny Kunci Jawaban C KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Siswa dapat menyebutkan sikap auatu perilaku yang harus dimiliki wirausahawan 4 Soal Dibawah ini adalah sikap atau perilaku yang harus dimiliki untuk menjadi wirausahawan, yaitu Percaya diri serta emosional Bertanggung jawab berani berpetualang Memiliki ketrampilan untuk diri sendiri Mau bekerja keras, mandiri serta enerjik Berani menanggung resiko dan tidak suka dikritik Kunci Jawaban D KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Sikap dan perilaku kerja prestatif Siswa dapat memiliki jiwa, sikap, perilaku wirausaha dalam bekerja 5 Soal Seorang wirausaha dalam menjalankan pekerjaan harus selalu ….. yang berarti selalu berambisi ingin maju Termotivasi d. Prestatif Inovatif e. Konsumtif Kreatif Kunci Jawaban D KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Unsur-unsur yang mendukung sikap perilaku kerja prestatif Siswa mampu dan berani berwirausaha di bidangnya 6 Soal Orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dilandasi hati yang tulus disebut Kerja keras Kerja tuntas Kerja ikhlas Kerja cerdas Mawas diri Kunci Jawaban C KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kerja prestatif dalam kehidupan keseharian di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat Siswa mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan 7 Soal Suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan berarti pekerjaan itu dilaksanakan secara Efektif d. Persuasif Efisien e. Prestatif Kreatif Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kerja prestatif dalam kehidupan keseharian di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat Siswa dapat memahami dalam berfikir secara ilmiah dan logis sesuai analitis 8 Soal Agar dapat berfikir positif secara ilmiah, logis dan analitis, wirausahawan harus memiliki Prilaku prestatif Model untuk diteladani Kebiasaan positif Pendidikan yang cukup Banyak sahabat Kunci Jawaban D KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Masalah dan jenis masalah Siswa dapat memiliki jiwa, sikap dan perilaku wirausaha dalam bekerja 9 Soal Jelaskan arti masalah Hambatan yang teratasi Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan Pekerjaan sesuai standar normal Sesuatu yang diperkirakan Harapan yang sesuai dengan kenyataan Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Masalah dan jenis masalah Siswa dapat memiliki jiwa, sikap dan perilaku wirausaha dalam bekerja 10 Soal Masalah yang dihadapi wirausahawan mengandung beberapa kemungkinan Harapan Tujuan Tindakan Pemikiran Penerapan Kunci Jawaban C KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Jenis masalah Siswa dapat memiliki jiwa, sikap dan perilaku wirausaha dalam bekerja 11 Soal Masalah organisasi yang berusaha mencari keuntungan dapat diselesaikan dengan Diambil berkaitan dengan efisiensi dan untung rugi Dilaporkan kepada pihak yang berwajib Diberi uang yang banyak Membiarkan masalah tersebut tanpa ditangani Memperbesar masalah dengan kekerasan Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Teknik pemecahan masalah Siswa dapat memiliki jiwa, sikap dan perilaku wirausaha dalam bekerja 12 Soal Persoalan diberikan analisis-perumusan ulang inti persoalan-pengembangan gagasan menentukan jalan keluar, merupakan teknik pemecahan masalah Brain storming Synactic Brain Wraiting Diskusi Musyawarah Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengembangkan semangat wirausaha Siswa mampu memiliki kemampuan kreatifitas dalam pola asah di sekolah 13 Soal Contoh kreatifitas yang ditunjukkan seorang siswa SMK Teknologi adalah potongan kayu yang tak terpakai Digunakan untuk kayu bakar Disusun menjadi hiasan dinding Dijual dengan harga yang murah Dibuang ke tempat sampah Disimpan saja Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Siswa mampu memiliki kemampuan kreatifitas 14 Soal Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk yang ramah terhadap lingkungan akan melahirkan Desain produk yang menarik Sisa hasil produksi yang menarik Sampah produk yang melimpah Produk dengan harga mahal Produk yang sekali habis pakai Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Inovatif Siswa mampu memiliki kemampuan inovatif 15 Soal Kemampuan inovatif seorang wirausaha merupakan Proses mengubah peluang suatu gagasan/ ide yang dapat dijual Hasil kerja keras dan dorongan dari teman bisnis Proses penelitian dan pengembangan kewirausahaan Modal dasar untuk menjadi wirausaha yang sukses Tujuan hidup untuk memenuhi keinginan berprestasi Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Menerapkan sikap bekerja efektif Siswa mampu menyebutkan pengertian efisien 16 Soal Sesuatu yang dapat dikerjakan dengan berdaya guna dan dapat diselesaikan dengan tepat, cepat, hemat dan selamat disebut Prestatif Efektif Efisien Kreatif Produktif Kunci Jawaban C KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Memahami komitmen tinggi Siswa dapat memahami komitmen tinggi 17 Soal Salah satu penerapan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri adalah keuletan. Keuletan artinya Tetap dan kuat hati menghadapi cobaan Tangguh, kuat dan tidak mudah putus asa Latihan dan ketaatan pada aturan Hidup dengan tidak merugikan orang lain Kemampuan bekerjasama dengan orang lain Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Memahami komitmen tinggi Siswa dapat memahami komitmen tinggi 18 Soal Tetap kuat hati dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup dalam berusaha adalah penerapan komitmen tinggi yang disebut Ketabahan Keuletan Kesabaran Disiplin Kerjasama Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Pentingnya komitmen tinggi Siswa dapat mengetahui pentingnya komitmen bagi usaha 19 Soal Komitmen tinggi yang dimiliki seorang wirausaha antara lain Bisa mendapatkan hasil maksimal dengan sumber daya minimal Dapat menggunakan sumber daya secara berlebihan Suka menunda pekerjaan Menentukan keberhasilan sendiri Memiliki pemikiran yang non destrutiktif Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Pentingnya komitmen tinggi Siswa dapat mengetahui pentingnya komitmen bagi usaha 20 Soal Pentingnya komitmen tinggi bagi seorang wirausaha adalah Pikiran tidak lepas dari perusahaan Pikiran tidak lepas dari perusahaan untuk maju Jiwa dan raga selalu tertuju pada tujuan Fasilitas biaya semua digunakan untuk maju Berkonsentrasi sepenuhnya untuk mendapat keuntungan Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengambil resiko usaha Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis resiko 21 Soal Langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternative yang tersedia merupakan suatu proses yang disebut Penarikan kesimpulan Pengambilan keputusan Penetapan tujuan Perumusan masalah Langkah praktis Kunci Jawaban KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengambil resiko usaha SIswa dapat mengidentifikasi keberhasilan usaha yang dikelola seorang wirausahawan 22 Soal Setiap usaha yang dilakukan oleh wirausahawan yang berhasil selalu diawali dengan Perencanaan yang matang Modal usaha yang mencukupi Sistem manajemen yang memadai Koordinasi terhadap masing-masing anggota Usaha yang sungguh-sungguh dalam mengelola setiap usahanya Kunci Jawaban E KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengambil resiko usaha Siswa dapat menjelaskan pengertian solusi masalah 23 Soal Pemecahan masalah dan cara pemecahannya dalam usaha bisnis akan tidak terlalu sulit jika seorang wirausahawan Sudah banyak pengalaman Banyak uangnya Dekat dengan penguasa Tinggi pendidikannya Tinggi pengaruhnya Kunci Jawaban D KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Mengambil resiko usaha Siswa dapat menyebutkan langkah-langkah pengambilan solusi 24 Soal Beberapa criteria yang sangat berguna jika wirausahawan dalam pemecahan masalah Apakah pemecahan masalah itu harus dibuta oleh wirausaha sendiri Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dimana-mana Apakah pemecahan masalah merupakan jalan keluar satu-satunya Apakah pemecahan masalah tidak memboroskan dana Apa pemecahan masalah itu logis Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Membuat keputusan Siswa dapat menjelaskan pengertian resiko pembuatan keputusan 25 Soal Suatu pilihan yang diambil diantara satu atau lebih pilihan yang tersedia adalah Pengertian keputusan Dasar pengambilan keputusan Jenis-jenis keputusan Tingkat pengambilan keputusan Teknik pengambilan keputusan Kunci Jawaban A KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Membuat keputusan Siswa dapat menjelaaskan pengertian resiko pembuatan keputusan 26 Soal Yang dimaksud dengan pengertian resiko adalah Karena kesalahan peralatan produksi Suatu keadaan karena ulah sendiri Dampak/ akibat dari suatu keputusan yang diambil dalam memecahkan masalah yang telah dibuat Masalah yang timbul tanpa disengaja Dampak perbuatan orang lain Kunci Jawaban C KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Membuat keputusan Siswa dapat mengetahui resiko pembuatan keputusan 27 Soal Resiko yang timbul akibat keputusan yang diambil jika tidak dicermati maka akan Putusnya hubungan kerja Menjadi tidak produktif dan menghambat tercapainya tujuan Ditinggalkannya para pelanggan Menaikkan pamor perusahaan Orang yang memiliki komitmen tinggi serta pekerja keras Kunci Jawaban B KARTU SOAL UJIAN NASIONAL/ SEKOLAH Standar Kompetensi Lulusan Pokok Materi Indikator NOMOR SOAL Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Membuat keputusan Siswa mampu membuat keputusan 28 Soal Dari langkah-langkah dibawah ini, manakah yang tidak termasuk sebagai salah satu proses pengambilan keputusan adalah Proses pengambilan keputusan Mengidentifikasi masalah Mencari alternative pemecahan Memilih alternatif Pelaksanaan alternatif Kunci Jawaban A - Salah satu akhlak tercela yang harus dihindari umat Islam adalah sikap putus asa. Orang yang berputus asa adalah sosok yang kehilangan harapan terhadap rahmat Allah SWT. Lantas, apa pengertian, ciri-ciri, dan dampak negatif sikap putus asa bagi seorang muslim? Islam mengimbau umatnya untuk menjauhi akhlak-akhlak tercela, termasuk sikap putus asa. Orang yang kehilangan harapan dalam hidupnya menunjukkan imannya yang lemah dan fondasi keislaman yang rapuh. Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya,” Tirmidzi. Selain itu, Allah SWT juga menjelaskan dalam surah Yusuf ayat 87 bahwa sikap putus asa merupakan karakteristik orang kafir, bukan orang beriman. “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir,” QS. Yusuf [12] 87.Secara definitif, Fakhruddin HS dalam Ensiklopedia Al-Quran 1992 menuliskan bahwa putus asa mengandung pengertian hilangnya harapan. Hal itu disebabkan tenaga, pengharapan, dan kemampuan seseorang menjadi lemah, serta tidak ada lagi kemauan untuk melakukan pekerjaan yang digelutinya. Lazimnya, orang yang berputus asa dikarenakan gagal berkali-kali. Ia kemudian menyalahkan diri sendiri, keadaan, atau lingkungan sekitarnya. Kendati demikian, sebenarnya penyebab sikap putus asa bukan karena faktor eksternal kegagalan, melainkan bagaimana seorang individu menyikapi kegagalan yang ia alami, sebagaimana dinyatakan Anthony Robbins dalam Awaken The Giant Within 2017. Sebagai misal, seorang anak yang gagal dalam suatu lomba bisa jadi akan putus asa dan tidak ingin ikut lomba yang sama lagi. Sementara itu, anak lain akan mempelajari kesalahannya dan memperbaiki diri. Pada perlombaan berikutnya, ia akan ikut lagi. Kemungkinan besar, performanya akan lebih baik karena ia sudah belajar dari kesalahan di masa silam. Kegagalan adalah kondisi eksternal yang tidak bermakna apa pun. Seseoranglah yang memberi makna terhadap kegagalan tersebut. Makna yang ia berikan dapat berupa upaya untuk belajar dari kesalahannya atau tidak ingin mencoba lagi karena sudah berputus asa. Baca juga Akhlak Tercela Serakah & Kikir Pengertian dan Cara Menghindarinya Arti Akhlak Mazmumah dalam Islam, Contoh & Doa untuk Menghindarinya Ciri-ciri Orang Putus Asa Yusuf Hasyim dalam buku Akidah Akhlak 2020 merinci sejumlah ciri-ciri orang putus asa sebagai berikut Orang berputus asa bermalas-malasan setelah mengalami kegagalan dalam usahanya. Ia tak bersemangat untuk meneruskan usahanya yang gagal. Orang putus asa merasa bahwa dunia tidak adil kepadanya. Ia tampak murung dan tak bergairah untuk berusaha atau memulai usaha lagi. Orang putus asa gampang tersinggung sehingga cepat marah walaupun dengan sebab sepele. Dampak Negatif Putus Asa Putus asa memiliki sejumlah dampak negatif bagi orang yang bersikap demikian. Dampak-dampak negatif putus asa adalah sebagai berikut Putus asa hanya akan merugikan diri sendiri karena membuang waktu, energi, menguras emosi, dan potensi yang dimiliki seseorang. Orang putus asa akan sukar mencapai kemajuan karena tidak berani mencoba lagi, serta khawatir mengalami kegagalan. Putus asa berkepanjangan dapat mengantarkan seseorang mengalami stres dan depresi. Dilansir Healio, dalam taraf akut sikap putus asa yang diiringi depresi dapat menjadi faktor hadirnya pemikiran ingin bunuh diri. Baca juga Pengertian Akhlak Mahmudah dalam Agama Islam dan Contoh Sifatnya Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Akhlak Serta Penjelasannya - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Addi M Idhom

tangguh kuat dan tidak mudah putus asa disebut