1 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan dismpaikan. 3. Siapkan bahan atau alat yang diperlukan. 4. Menunjukan salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. 5. Jadikanpatung-patung dari tanah liat tentang kelainan tulang dan otot manusia yang telah kamu buat sebagai peraganya. Lakukan presentasi secara bergantian. Selama presentasi berlangsung, berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan tanggapan, pendapat, maupun masukan. Pada akhir kegiatan, susunlah sebuah kesimpulan hasil diskusi. Gurumengarahkan siswa pada masing2 kelompok untuk membuat suatu hasil; Kegiatan Penutup (5 mnit) Terdiri atas; Guru memberikan suatu kesimpulan dari hasil LKS yang telah diberikan. Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok berupa reward. Menutup kegiatan hasil pembelajaran. Sumber Belajar. Wariyono, Sukis, dkk.2008.Mari Belajar Ilmu Inidisebabkan karena Ho dijadikan patokan dalam pengambilan keputusan. Ingat patokannya adalah kita harus menolak Ho jika p-value <= . Jika anda membuat Ho nya salah, maka akan mengakibatkan kesimpulan yang salah. Sedangkan maksud dari penulisan Ha di atas adalah rata-rata hasil post test lebih besar daripada hasil pre test. KesimpulanApakah yang Kamu Dapat dari Kegiatan di Atas? Berikut kunci jawaban Tema 5 Kelas 5 halaman 7 Kesimpulan Apakah yang Kamu Dapat dari Kegiatan di Atas? Berikut kunci jawaban Tema 5 Kelas 5 halaman 7. Rabu, 15 Juni 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com; TribunStyle.com; TribunTravel.com; TribunWow.com; Alatuntuk mengukur tegangan listrik ialah voltmeter atau basicmeter yang telah di pasangi multiplier. Voltmeter selalu di pasang parallel dengan rangkaian yang akan di ukur tegangan. Bandingkan hasil kegiatan 1a dengan 2a dan 1a dengan 3a. begitu juga hasil 1b dengan 2b dan 3b! Jika percobaan kamu lakukan dengan saksama maka hasil yang 2wKgwT. 22 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan PPL yang telah dan masih dilaksanakan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. Kegiatan PPL menjadikan mahasiswa dapat terjun langsung dan berperan aktif dalam lembaga pendidikan formal, menambah sudut pandang dan memperluas wawasan mahasiswa dalam lingkungan sekolah, membentuk mahasiswa agar lebih kreatif, inovatif dan percaya diri sebagai bagian dari masyarakat 2. Observasi pembelajaran dan pengenalan karakteristik siswa sangat penting dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar. Kemampuan mengobservasi yang tepat akan memudahkan menyusun strategi pembelajaran yang tepat pula sehingga akan memperlancar pelaksanaan pembelajaran 3. PPL mendewasakan cara berfikir dan meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah pendidikan 4. PPL memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu serta keterampilan yang dimiliki dalam kegiatan pembelajaran. B. Saran 1. Bagi mahasiswa a. Mahasiswa harus mampu untuk menggunakan berbagai macam model atau metode pembelajaran sehingga pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi pelajaran yang menyenangkan b. Mahasiswa harus memiliki persiapan yang matang untuk melaksanakan PPL baik dari segi manajemen waktu maupun manajemen kelas. Hal lain yang juga harus dipersiapkan adalah fisik dan mental yang baik c. Mahasiswa harus mampu mengelola kelas dan siswa agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik. Pengelolaan kelas meliputi bagaimana mengkondisikan siswa agar siap untuk menerima pelajaran serta menerima pelajaran itu sendiri hingga sampai pada taraf evaluasi. Dalam pengelolaan kelas, sebisa mungkin melibatkan siswa sebagai kelompok aktif bukan terpusat pada guru saja. 2. Bagi sekolah 23 a. Agar lebih meningkatkan pengetahuan guru dalam bidang teknologi, karena teknologi terutama berbasis IT sangat bermanfaat dalam menunjang proses pembelajaran kepada siswa b. Agar menambah variasi media pembelajaran. Hal ini bisa dilakukan dengan mencari atau membuat sendiri media-media pembelajaran yang mudah dan efektif bagi pembelajaran. c. Sekolah dapat bekerjasama dengan mahasiswa dalam setiap kegiatan dengan lebih baik. d. Hubungan yang sudah terjalin antara pihak sekolah dan UNY hendaknya lebih ditingkatkan dengan saling memberi masukan antara kedua belah pihak. e. Disiplin seluruh warga sekolah sebaiknya lebih ditingkatkan sehingga seluruh kegiatan di sekolah dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan. 3. Bagi Unit Program Pengalaman Lapangan UPPL a. UPPL hendaknya menciptakan mekanisme yang lebih baik dalam pemberian bantuan perlengkapan kegiatan PPL. b. Pembekalan kegiatan PPL sebaiknya lebih dimaksimalkan. c. Pengelolaan administrasi harus lebih baik 24 DAFTAR PUSTAKA TIM UPPL. 2014 Materi Pembekalan PPL. 2014. Yogyakarta UNY Press TIM UPPL. 2014. Panduan PPLMagang III. Yogyakarta UNY Press 25 LAMPIRAN 1 1 LAPORAN MINGGUAN PELAKSANAAN PPLMAGANG III NAMA MAHASISWA Husna Rahmayunita NAMA SEKOLAHLEMBAGA SMP N 4 Ngaglik NO. MAHASISWA 12201244001 ALAMAT SEKOLAHLEMBAGA Jl. Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman FAKJURPRODI FBSPBSI GURU PEMBIMBING B. Lestari Retnani, DOSEN PEMBIMBING No. HariTanggal Materi Kegiatan Hasil Hambatan Solusi 1. Senin, 10 Agustus Upacara bendera hari Senin sekaligus perkenalan mahasiswa PPL Diperoleh informasi tentang pelaksanaan upacara rutin hari Senin di SMP N 4 Ngaglik Tidak ada Tidak ada Observasi kelas mengikuti KBM di kelas 7A Diperoleh informasi tentang materi yang sedang diajarkan, karakteristik siswa 7A dan model dan metode pengajaran guru bahasa Indonesia Bu Lestari Tidak ada Tidak ada Mengangkut karya siswa Persiapan pameran Dapat mengangkut sejumlah karya siswa dari kantor guru ke posko PPL yang akan disiapkan untuk pameran Karya siswa kotor dan mudah rusak Membersihakn karya siswa dengan hati-hati Seleksi karya siswa Diperoleh beberapa karya siswa yang layak untuk dipamerkan Tidak ada Tidak ada Membuat RPP Diperoleh satu RPP yang selanjutnya akan dikonsultasikan kepada guru pembimbing Belum mendapat info tentang materi apa yang akan diajarkan Mengikuti materi lanjutan dari guru oembimbing 2. Selasa, 11 Agustus 2015 Piket Diperoleh data siswa dari kelas 7,8, dan 9 yang tidak hadir ke sekolah Tidak ada Tidak ada F 02 Untuk Mahasiswa 2 Entri Data TU Mengetik sebagian data surat masuk ke SMP N 4 Ngaglik tahun 2013 Tulisan kurang jelas Bertanya kepada guru yang sedang piket Membuat RPP Diperoleh satu RPP yang selanjutnya kan dikonsultasikan bersama dengan RPP yang telah dibuat sebelumnya dengan guru pembimbing Belum mendapat info tentang materi apa yang akan diajarkan Mengikuti materi lanjutan dari guru oembimbing 3. Rabu, 12 Agustus 2015 Entri Data TU Diperoleh hasil ketikan surat masuk tahun 2013 Tulisan kurang jelas Bertanya kepada guru yang sedang piket Konsultasi RPP Diperoleh koreksi, saran, dan masukan dari guru pembimbing untuk menambah materi tentang materi Pengumuman Tidak ada Tidak ada Persiapan lomba Agustusan Mendapat jobdesk dan mengetahui juknis dalam lomba Agustusan yang diselenggarakan PPL Belum mengetahui waktu pelaksanaan lomba Bertanya kepada Bapak Bashori 4. Kamis, 13 Agustus 2015 Persiapan lomba Agustusan Diperoleh data barang-barang kebutuhan lomba dan jenis hadiah yang akan diberikan Tidak ada Tidak ada Entri Data TU Diperoleh ketikan lengkap surat masuk tahun 2013 Tidak ada Tidak ada 5. Jumat, 14 Agustus 2015 Senam sehat bersama warga Padmasana Ikut serta dalam senam sehat rutin yang dilaksanakan di SMP N 4 NgaglikPadmasana Tidak ada Tidak ada Memasang atribut HUT RI Dapat memasang 8 bendera merah putih di gerbang, dan perlengkapan lainnya di lobi sekolah Atribut kurang lengkap dan cenderung tidak terawat Menggunakan peralatan yang ada semaksimal mungkin Observasi kelas Diperoleh informasi tentang materi yang sedang diajarkan, karakteristik siswa 7D dan model dan metode pengajaran guru bahasa Indonesia Bu Lestari Tidak ada Tidak ada 3 6. Sabtu, 15 Agustus 2015 Pelaksanaan lomba Agustusan Dapat melaksanakan 3 kategori lomba Agustusan dengan lancar - Sempat salah komuniaksi antara guru-guru, siswa dan mahasiswa PPL tentang waktu perlombaan - Memberikan pengertian kepada guru tentang kesaahan informasi waktu perlombaan - Mengkondisikan siswa yang terlanjur keluar kelas Evaluasi lomba Agustusan Diperoleh koreksi pelaksanan lomba Tidak ada Tidak ada Revisi RRP Pengumuman Diperoleh revisian RPP sesuai saran guru pembimbing Tidak ada Tidak ada 7. Senin, 17 Agustus 2015 Upacara HUT RI ke 70 di SMP N 4 Ngaglik Diperoleh informasi tentang pelaksanaan upacara HUT RI ke-70 di SMP N 4 Ngaglik Tidak ada Tidak ada Mencari materi tentang Pengumuman Diperoleh materi pengumuman dari BSE kleas 7 dan internet untuk dijadikan bahan ajar Kurangnya sumber belajar berupa buku Mencari di internet Membuat media pembelajaran tentang pengumuman Diperoleh hasil membuat PPT power point sebagai media pembelajaran Tidak ada Tidak ada 8. Selasa, 18 Agustus 2015 Mengajar kelas 7C, materi menetukan pokok-pokok pengumuman Siswa mampu memahami materi pengumuman, menentukan pokok- pokok pengumuman dan membuat pengumuman di rumah sebagai PR Belum mengenal kondisi kelas sehingga masih kaku Bertanya kepada guru pembimbing Evaluasi dari guru pembimbing Diperoleh koreksi dan saran dari guru pembimbing tentang gaya penyampaian di kelas, materi yang diajarkan dan susunan RPP Tidak ada Tidak ada Revisi RPP dan media pembelajaran Diperoleh materi tambahan dalam RPP maupun media pembelajaran sekaligus Tidak ada Tidak ada 4 pemantapan penyampaian 9. Rabu, 19 Agustus 2015 Mengajar kelas 7D, materi menentukan pokok-pokok pengumuman Siswa mampu memahami materi pengumuman, menentukan pokok- pokok pengumuman dan membuat pengumuman di kelas Tidak ada Tidak ada Mengajar kelas 7C, materi menyampaikan pengumuman Siswa mampu menyampaikan pengumuman yang telah di buat di depan kelas Tidak ada Tidak ada Persiapan mencetak stiker kamar mandi Diperoleh hasil rencana desain stiker kamar mandi dan tempat penempelan stiker Tidak ada Tidak ada 10. Kamis, 20 Agustus 2015 Piket Diperoleh data siswa dari kelas 7,8, dan 9 yang tidak hadir ke sekolah Tidak ada Tidak ada Mendampingi kelas 8D yang diberi tugas Ibu Purwanti Siswa mengerjakan tugas dari Ibu Purwanti tentang menyunting laporan perjalanan dengan baik dan tepat waktu Kelas cukup ramai Mengkondisikan kelas dengan sabar Mendampingi kelas 8D yang diberi tugas Ibu Lestari Siswa mengerjakan tugas dari Ibu Lestari tentang teks wawancara secara berkelompok dengan baik dan tepat waktu Kelas cukup ramai Mengkondisikan kelas dengan sabar 11. Jumat, 21 Agustus 2015 Senam sehat bersama warga Padmasana Ikut serta dalam senam sehat rutin yang dilaksanakan di SMP N 4 NgaglikPadmasana Tidak ada Tidak ada Mengajar kelas 7A, materi menetukan pokok-pokok pengumuman Siswa mampu memahami materi pengumuman, menentukan pokok- pokok pengumuman dan membuat pengumuman di rumah sebagai PR Siswa kurang motivasi untuk menyampaikan pengumuman di depan kelas Memberi “reward” bagi siswa yang aktif Mengajar kelas 7D, materi menyampaikan pengumuman Siswa mampu mengoreksi pekerjaan teman dan menyampaikan pengumuman yang telah di buat di depan kelas Tidak ada Tidak ada 5 12. Sabtu, 22 Agustus 2015 Mendampingi kelas 8B yang diberi tugas oleh Ibu Dwiyanti mapel Bahasa Inggris Siswa mengerjakan LKS Bahasa Inggris sesuai tugas yang diberikan dengan baik untuk dikumpulkan Tidak ada Tidak ada Mendampingi kelas 8A yang diberi tugas oleh Ibu Dwiyanti mapel Bahasa Inggris Siswa mengerjakan LKS Bahasa Inggris sesuai tugas yang diberikan dengan baik untuk dikumpulkan Tidak ada Tidak ada Penempelan stiker kamar mandi Ditempelkannya stiker di kamar mandi Padmasana Tidak ada Tidak ada Persiapan ruang pameran Konsultasi Pak Jadi Tidak ada Tidak ada Membuat RPP Kamus Diperoleh satu RPP untuk dikonsultasikan Tidak ada Tidak ada 13. Senin, 24 Agustus 2015 Upacara bendera hari Senin sekaligus pembagian hadiah lomba Agustusan Membagi hadiah kepada juara lomba Agustusan Tidak ada Tidak ada Mengajar kelas 7A, materi menyampaikan pengumuman Siswa mampu mengoreksi pekerjaan teman dan menyampaikan pengumuman. Tidak ada Tidak ada Konsultasi DPL Diperoh arahan dan saran untuk pengajaran selanjutnya Tidak ada Tidak ada Mengajar kelas 7B, materi menetukan pokok-pokok pengumuman Siswa mampu memahami materi pengumuman, menentukan pokok- pokok pengumuman dan membuat pengumuman di kelas Tidak ada Tidak ada Konsultasi RPP Kamus Mendapat saran dan tambahan dari guru pembimbing tentang media pembelajaran Tidak ada Tidak ada Persiapan pameran Diperoleh sejumlah karya untuk dipamerkan Tidak ada Tidak ada Membuat media Dibuatnya media pembelajaran materi Tidak ada Tidak ada 6 pembelajaran membaca memindai kamus membaca memindai dalam bentuk power point dan media karton pohon istilah 14. Selasa, 25 Agustus 2015 Mengajar 7C, materi membaca memindai kamus dengan menentukan kata sulit daam bacaan Siswa mampu menggunakan kamus, menentukan kata yang sulit dalam bacaan, dan meneukan makna kata sesuai konteks bacaan menggunakan kamus Kurangnya pengaturan diskusi dalam kelompok Mengingatkan Menata dan membersihkan ruang pameran ruang keterampilan Menyiapkan ruang untuk pameran dengan menata barang pameran dan membersihkan ruangan Ruangan kotor Membersihkan ruangan 15. Rabu, 26 Agustus 2015 Piket Diperoleh data siswa yang tidak masuk sekolah Tidak ada Tidak ada Pameran hasil karya siswa Padmasana Dipamerkannya hasil karya siswa Padamasana dengan baik dan menarik Tidak ada Tidak ada 16. Kamis, 27 Agustsus 2015 Pameran hasil karya siswa Padmasana Dipamerkannya hasil karya siswa Padamasana dengan baik dan menarik Tidak ada Tidak ada 17. Jumat, 28 Agustus 2015 Senam sehat bersama warga Padmasana Ikut serta dalam senam sehat rutin yang dilaksanakan di SMP N 4 NgaglikPadmasana Tidak ada Tidak ada Mengajar 7A, materi memmbaca memindai kamus dengan menentukan kata sulit daam bacaan Siswa mampu menggunakan kamus, menentukan kata yang sulit dalam bacaan, dan meneukan makna kata sesuai konteks bacaan menggunakan kamus Tidak ada Tidak ada Mengajar 7D, materi memmbaca memindai kamus dengan menentukan kata sulit daam bacaan Siswa mampu menggunakan kamus, menentukan kata yang sulit dalam bacaan, dan meneukan makna kata sesuai konteks bacaan menggunakan kamus Ada kelompok yang belum bisa menggunakan kamus Membimbing dengan sabar 18. Sabtu, 29 Agustus Ikut mendampingi kelas 9D Mengambil dokumentasi kelas yang Tidak ada Tidak ada 7 2015 diajar oleh Sdri. Idhah Aprilia Mengajar kelas 7 B, materi menyampaikan pengumuman Siswa mampu mengoreksi pekerjaan teman dan menyampaikan pengumuman yang telah di buat di depan kelas Tidak ada Tidak ada 19. Senin, 1 September 2015 Upacara bendera hari Senin Warga Padmasana mengikuti upacara dengan baik, khusus untuk guru, staf, dan mahasiswa PPL mengenakan baju adat Jawa untuk memperingati HUT Yogyakarta Tidak ada Tidak ada Konsultasi RPP Diperoleh saran tentang rencana pembelajaran membuat kalimat efektif Tidak ada Tidak ada Mengajar 7B, materi memmbaca memindai kamus dengan menentukan kata sulit dalam bacaan Siswa mampu menggunakan kamus, menentukan kata yang sulit dalam bacaan, dan meneukan makna kata sesuai konteks bacaan menggunakan kamus Tidak ada Tidak ada Membuat media pembelajaran tentang kalimat efektif Dibuatnya media pembelajaran dalam bentuk PPT power point tentang kalimat efektif Tidak ada Tidak ada 20. Selasa, 2 September 2015 Mengajar kelas VII C, membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang telah ditentukan Siswa mampu membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang sebelumnya telah ditemukan Siswa kesulitan dalam membuat kalimat efektif Membangkitkan kreatifitas siswa dalam membuat kalimat Ikut masuk kelas 9D yang diampu Saudari Indhah Aprilia Diperoleh dokumentasi KBM yang diajar oleh Saudari Indhah Aprilia Tidak ada Tidak ada Koreksi lembar jawab siswa, materi menentuntukan kata dan makna sulit Diperoleh nilai dari jawaban siswa tentang materi menentukan kata sulit dan maknanya Tidak ada Tidak ada 21. Rabu, 3 Koreksi lembar jawab siswa, Diperoleh nilai dari jawaban siswa Tidak ada Tidak ada 8 September 2015 materi menentukan pokok- pokok pengumuman tentang materi menentukan pokok- pokok pengumuman dan membuat pengumuman Pendampingan Lomba Minat Baca Siswa mengetahu format sinopsis untuk lomba minat baca Tidak ada Tidak ada 22. Kamis, 4 September 2015 Koreksi lembar jawab siswa, materi menentukan pokok- pokok pengumuman Diperoleh nilai dari jawaban siswa tentang materi menentukan pokok- pokok pengumuman dan membuat pengumuman Tidak ada Tidak ada Persiapan desain Banner 23. Jumat, 5 September 2015 Senam sehat bersama warga Padmasana Ikut serta dalam senam sehat rutin yang dilaksanakan di SMP N 4 NgaglikPadmasana Tidak ada Tidak ada Mengajar kelas VII A, membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang telah ditentukan Siswa mampu membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang sebelumnya telah ditemukan Tidak ada Tidak ada Mengajar kelas VII D, membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang telah ditentukan Siswa mampu membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang sebelumnya telah ditemukan Siswa kesulitan dalam membuat kalimat efektif Membangkitkan kreatifitas siswa dalam membuat kalimat Persiapan desain banner Diperoleh gambar desain banner Tidak ada Tidak ada Konsultasi Pamong Diperoleh arahan tentang format laporan kelompok dan kegiatan penarikan Tidak ada Tidak ada 24. Sabtu, 6 September 2015 Mengajar kelas VII B, membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang telah ditentukan Siswa mampu membuat kalimat efektif menggunakan kata sulit yang sebelumnya telah ditemukan Siswa kesulitan dalam membuat kalimat efektif Membangkitkan kreatifitas siswa dalam membuat kalimat Koreksi lembar jawab siswa tentang membuat kalimat Diperoleh nilai dari pekerjaan siswa tentang menentukan kata dasulit dan Tidak ada Tidak ada 9 efektif maknanya Penyetakan banner Dicetaknya banner “Parkir yang Rapi” di beberapa tempat” Tidak ada Tidak ada 25. Senin, 7 September 2015 Upacara bendera hari Senin Warga Padmasana mengikuti upacara dengan tertib Tidak ada Tidak ada Koreksi lembar jawab siswa tentang kalimat efektif Diperoleh nilai pekerjaan siswa dalam membuat kalimat efektif menggunakan kata sult yang sudah ditentukan Tidak ada Tidak ada Entri nilai siswa Diperoleh hasil dari searngkaian tugas yang dikerjakan siswa Tidak ada Tidak ada 26. Selasa, 8 September 2015 Entri nilai siswa Diperoleh hasil dari searngkaian tugas yang dikerjakan siswa Tidak ada Tidak ada Membuat media pembelajaran untuk guru pembimbing Diperoleh media pembelajaran berupa 9 PPT materi yang diberikan kepada guru Tidak ada Tidak ada 27. Rabu, 9 September 2015 Entri data TU Terselesaikannya entri data TU surat masuk tahun 2014 Tulisan tidak jelas Saling bertanya kepada teman 28. Kamis, 10 September 2015 Membuat Plang Dibutnya 2 plang tentang batas parkir dan kedisiplinan Tidak ada Tidak ada Peremajaan poster Ditepelnya beberapa poster di dinding lobi Tidak ada Tidak ada Menyusun laporan PPL Diselesaikannya laporan PPL Tidak ada Tidak ada 29. Jumat, 11 September 2015 Senam sehat bersama warga Padmasana Peringatan Hari Olahraga Nasional Melakukan kegiatan jasmani bersama warga Padmasana Tidak ada Tidak ada Pamitan kepada adik-adik Padmasana Berpamitan kepada adik-adik Padmasan Tidak ada Tidak ada Kerja bakti Membersihkan sekolah dan lingkungan Tidak ada Tidak ada 10 Pemasangan banner Dipasangnya banner di parkiran sepeda dan sepeda motor Tidak ada Tidak ada 30. Sabtu, 12 September 2015 Penarikan PPL Ditarinya mahasiswa PPL dari lokasi PPL SMP N 4 Ngaglik Tidak ada Tidak ada Sleman, 12 September 2015 Mengetahui Dosen Pembimbing Lapangan Guru Pembimbing Mahasiswa St. Nurbaya, B. Lestari Retnani, Husna Rahmayunita NIP. 19640406 199003 2 002 NIP. 19580114 198103 2 005 NIM. 12201244001 LAPORAN DANA PELAKSANAAN PPL TAHUN 2015 NAMA SEKOLAHLEMBAGA SMP NEGERI 4 NGAGLIK ALAMAT SEKOLAHLEMBAGA Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DIY No. Nama Kegiatan Hasil KuantitatifKualitatif Serapan Dana Dalam Rupiah SwadayaS ekolah Lembaga Mahasiswa Pemda Kabupaten SponsorLembaga lainnya Jumlah 1 Iuran Kelompok - Peralatan dan hadiah lomba Agustusan - Mencetak banner - Mencetak stiker - Mencetak poster - Membuat plang Rp Rp 2 Penyusunan RPP Mencetak RPP yang digunakan untuk kelas VII sebanyak 4 RPP masing-masing rangkap 4 RPP persiapan, RPP yang sudah direvisi, RPP untuk diberikan kepada guru, RPP untul lampiran - Rp - - Rp 3 Perangkat pembelajaran - Lembar bacaan - Lembar PPT Rp Rp F03 Untuk mahasiswa - Lembar kerja individu - Lembar kerja kelompok 4 Media pembelajaran - Spidol dan penghapus - Spidol berwarna dan karton - Origami - Double tip - Rp - - Rp 5 Penyusunan laporan PPL Mencetak Laporan PPL - Rp - - Rp. JUMLAH Rp Yogyakarta, 12 September 2015 Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Ngaglik Dra. Agustin Margi Rahayu NIP. 19630810 198703 2 013 Dosen Pembimbing Lapangan St. Nurbaya, NIP. 19640406 199903 2 002 Mahasiswa PPL Husna Rahmayunita NIM. 12201244001 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Sekolah SMP N 4 NGAGLIK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia KelasSemester VII1 Standar Kompetensi 2. Berbicara Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman Kompetensi dasar Menyampaikan penggumuman dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimat-kalimat yang lugas. Indikator 1 Menentukan pokok-pokok pengumuman 2 Merangkai pokok-pokok pengumuman Alokasi waktu 2x 40 menit 1 x Pertemuan Pembelajaran 1. Peserta didik dapat menentukan pokok-pokok penggumuman 2. Peserta didik dapat merangkai pokok-pokok pengumuman  Karakter Peserta didik yang diharapkan Tanggung jawab Percaya diri Komunikatif Kreatif B. Materi Pembelajaran a. Pengertian pengumuman Pengumuman adalah pemberitahuan atau penyebaran informasi mengenai suatu hal atau kegiatan kepada khalyak umum baik lisan maupun tulisan. b . Jenis-jenis pengumuman berdasarkan pembuatnya 1. Pengumuman resmi pengumuman yang berkaitan dengan kepentingan organisasi atau instansi. 2. Pengumuman tidak resmi pengumuman yang berkaitan dengan kepentingan pribadi atau seseorang. c. Struktur pengumuman resmi dan tidak resmi Pengumuman resmi 1. Kepala Pengumuma Kop surat 5. Penutup 2. Tulisan pengumuman dan nomor 6. Tempat dan waktu penulisan 3. Pembuka 7. Pihak yang mengeluarkan pengumuman 4. Isi 8. Cap atau stempel Pengumuman tidak resmi 1. Tulisan pengumuman 4. Penutup 2. Pembuka 5. Tempat dan waktu penulisan 3. Isi 6. Pihak yang mengeluarkan pengumuman d. Ciri-ciri pengumuman Ciri-ciri pengumuman - Menggunakan bahasa komunikatif jelas, lugas, dan mudah dipahami - Menggunakan kalimat efektif - Pesan yang ingin ditulis atau disampaikan jelas pokok-pokoknya - Menggunakan tanda baca yang tepat. Pengumuman tertulis harus ditulis dengan jelas dan terang Pengumuman yang disampaikan secara lisan pengucapannya harus lantang, pelafalannya harus benar, intonasi harus benar, dan letak jeda perhentian harus tepat. e. Menentukan pokok-pokok pengumuman Pokok-pokok pengumuman merupakan inti dari suatu pengumuman, pokok-pokok pengumuman biasanya berada di dalam bagian isi pengumuman. Pokok-pokok isi pengumuman tentang suatu kegiatan biasanya berisi 1. Sasaran kegiatan Kepada siapa pengumuman ditujukan 2. Informasi kegiatan, tempat, waktu dan syarat kegiatan 3. Tempat dan tanggal dibuat pengumuman 4. Pembuat pengumuman f. Merangkai pokok-pokok pengumuman Dalam merangkai pokok-pokok pengumuman harus memperhatikan beberapa hal, antar lain hubungan antar pokok-pokok pengumuman, kejelasan kalimat dan penggunaaan tanda baca yang tepat. Pada kegiatan ini, Peserta didik diarahkan untuk merangkai pokok-pokok pengumuman yang telah ditulis sebelumnya menjadi sebuah pengumuman. C. Metode Pembelajaran Pemodelan Diskusi Tanya jawab D. Media Pembelajaran - PPT Power point E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama a Kegiatan Awal Apersepsi 1. Guru memberikan salam 2. Guru melakukan absensi 3. Guru bertanya kepada peserta didik tentang materi sebelumnya tentang pengalaman yang mengesankan 4. Guru bertanya kepada peserta didik tentang pengumuman secara umum Motivasi 1. Guru menyampaikan SK, KD, indikator, tujua, dan karakter yang ingin dicapai siswa selama pembelajaran. b Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Guru mengajak peserta didik untuk memperhatikan materi yang disampaikan melalui media power point 2. Guru mendorong peserta didik untuk bertanya tentang materi 3. Kelas dibagi menjadi 8 kelompok Elaborasi 1. Peserta didik secara kelompok diminta untuk mengerjakan tgas yang diberikan guru 2. Guru membagi lembar soal kepada kelompok 3. Peserta didik dalam kelompok berdikusi dan mengerjakan tugas yang diberikan guru yaitu menentukan pokok-pokok pengumuman. Konfirmasi 1. Guru dan peserta didik berdiskusi membahas tugas yang dikerjakan secara kelompok 2. Guru membagi lembar soal yang berisi dua soal tentang pokok-pokok penguuman dan penyusunan pokok-pokok pengumuman 3. Secara individu peserta didik diberikan pekerjaan rumah untuk menuliskan suatu pengumuman c Kegiatan Akhir 1. Guru menyimpulkan pembelajaran 2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi dengan bertanya jawab tentang kesulitan peserta didik dalam belajar 3. Guru memberikan informasi materi untuk pertemuan selanjutnya 4. Guru menutup pembelajaran 5. Guru memberikan salam F. Sumber Belajar a. Nurhadi,dkk. 2007. Bahasa Indoenesia untuk SMP Kelas VII. Jakarta Erlangga b. Suwandi, Sarwiji dan Sutarno. 2008. Bahasa Indonesia Bahasa Kebanggaanku Kelas VII SMPMts. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. c. http diunduh pada tanggal 16 Agutus 2015 pukul G Penilaian a. Teknik Teknik Unjuk Kerja b. Bentuk Instrumen Uji petik kerja prosedur dan produk c. Instrumen penilaian Lampiran 1 Contoh Soal 1. Tentukan satu topik pengumuman yang berkaitan dengan kegiatan di lingkungan sekolah, kemudian buatlah pokok-pokok pengumumannya Pedoman Penskoran Kegiatan Skor maksimal Bab ini berisi mengenai kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian yang telah dilakukan. Rekomendasi bertujuan sebagai bahan kajian baik untuk pihak sekolah, guru, peserta didik, penulis, serta peneliti selanjutnya yang mengkaji masalah serupa. Adapun kesimpulan dan rekomendasinya adalah sebagai berikut A. Kesimpulan Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa LKS untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS di kelas VIII A SMP Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Merencanakan penyusunan Lembar Kegiatan Siswa untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS peserta didik dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu a. Menyusun dan mengkaji silabus pembelajaran IPS serta SK/KD yang dimuat di dalamnya. b. Setelah melakukan kajian terhadap silabus dan SK/KD penulis melihat keadaan dan iklim kelas agar diketahui materi, metode dan media apa yang cocok untuk dikaji dan dikembangkan dalam pembelajaran. c. Menentukan SK/KD yang akan dikembangkan agar mengetahui tindakan kedepannya. Setelah menentukan SK/KD penulis membuat RPP agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan terstruktur sesuai harapan penulis. d. Menentukan tema menarik dalam RPP serta mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. e. Menonjolkan pemahaman konsep pembelajaran dengan memasukannya menjadi salah satu tujuan, adapun tujuan dan indikator lain mendorong untuk berkembangnya pemahaman konsep. 214 f. Menentukan konsep apa yang akan diangkat dan dikembangkan dalam pembelajaran. Penggunaan LKS dalam pembelajaran mengharuskan guru lebih jeli dalam memilihnya, sangat dianjurkan untuk memilih konsep-konsep abstrak sehingga terdapat perbedaan dengan dan tanpa LKS. g. Setelah menentukan Standar Kompetensi dan penyusunan RPP, serta menentukan konsep dan materi pembelajaran, penulis menyusun Lembar Kegiatan Siswa. LKS yang disusun penulis tidak lepas dari hasil bimbingan dan diskusi dengan dosen pembimbing dan guru mitra. Agar mampu mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran diperlukan kegiatan yang mampu menstimulus pemahaman konsepnya disetiap LKS yang disusun, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. LKS yang disusun berisi mengenai tahapan, analisa serta konsep yang didapatkan selama proses pembelajaran. Ketika guru hendak menggunakan LKS sebagai salah satu bahan ajar, terlebih dahulu harus menentukan kategori dari LKS apakah yang terstruktur maupun tidak, sehingga lebih mudah merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Setelah LKS disusun, penulis membuat rubrik penilaian untuk mengukur capaian dari tujuan yang dibuat, khususnya dalam melihat perkembangan pemahaman konsep pembelajaran IPS peserta didik. 2. Melaksanakan Lembar Kegiatan Siswa untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS peserta didik dilakukan dengan a. Mendeskripsikan berbagai isu yang akan dikaji dalam pembelajaran melalui LKS, b. Menjabarkan apa itu konsep pembelajaran IPS, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman mengenai konsep pembelajaran IPS. c. Sebelum membagikan LKS, hendaklah guru membagikan media yang menjadi kajian dari LKS yang diberikan. d. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok yang disertai penjelasan bagaimana cara mengisi LKS yang diberikan, agar peserta 215 didik benar-benar memahami apa yang akan ia lakukan sesuai intruksi LKS. e. Penilaian pembelajaran dilakukan dengan dua tahapan, pertama pada proses pembelajaran dan kedua setelah pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung, guru mengobservasi kejadian yang terjadi sesuai dengan rubrik yang telah dibuat pada tahapan perencanaan, penilaian dikhususkan kepada capaian pemahaman konsep, dan kerjasama dalam proses pembelajaran yang dihasilkan kemudian mengkonversikannya menjadi angka/nilai. Penilaian setelah pembelajaran dilakukan dengan memeriksa LKS yang telah diberikan menggunakan rubrik. Hal ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam mengerjakan LKS serta pemahaman terhadap konsep pembelajaran IPS. f. Setelah semua kelompok mengerjakan LKS, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan dan kurang dipahami. g. Mengapresiasi seluruh kelompok yang telah berpartisipasi dalam proses pemebelajaran. 3. Mencari kendala serta pemecahan masalah yang terjadi pada saat pembelajaran melalui Lembar Kegiatan Siswa untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS. Kendala-kendala yang dihadapi saat penelitian adalah sebagai berikut a. Sulitnya menentukan materi dalam penelitian, karena SK/KD IPS belum terintegrasi dengan baik. b. Penulis kesulitan dalam membuat media yang akan dijadikan sebagai sarana pengamatan, dengan kata lain diperlukan proses yang lama dalam membuat media tersebut. c. Guru agak kesulitan dalam menertibkan serta menarik fokus peserta didik ketika melakukan proses pengisian LKS berlangsung. Selain itu, jika tidak dijelaskan langkah-langkah yang harus dijalankan maka 216 peserta didik akan kebingungan dalam mengisi dan menjalankan kegiatan yang dimaksudkan dalam LKS, d. Penggunaan LKS akan sulit diterapkan jika keterampilan menganalisa suatu permasalahan kurang dimiliki, hanya mengembangkan keterampilan menulis kurang mengembangkan keterampilan berkomunikasi, dibutuhkan media dan metode yang bervariasi dalam menjalankan LKS jika tidak peserta didik akan mudah merasa bosan tidak bersemangat dalam mengerjakan LKS yang dibuat. Namun secara umum kendala tersebut dapat diselesaikan dengan baik berkat diskusi dan bimbingan yang intensif dilakukan penulis dengan Dra. Yani Kusmarni, Hj. Siti Nurbayani, serta Indri Murniawaty, sebagai dosen pembimbing dan guru mitra di SMP Laboratorium Percontohan UPI dalam menentukan tema pembelajaran penulis mengatasinya dengan cara mengangkat pembelajaran tematis agar materi yang didalami bersifat fleksibel dan mudah dikembangkan dalam pembelajaran. Untuk mengatasi sulitnya pembuatan media pembelajaran, penulis memanfaatkan benda atau media yang terdapat dilingkungan baik di rumah maupun disekolah, serta meminta bantuan pihak lain yang berkompetensi dalam pembuatan media tersebut. Penanganan masalah ketertiban dan fokus peserta didik dapat ditanggulangi dengan penyediaan media yang menarik serta melakukan praktik selain pengamatan. Dalam menstimulus keterampilan menganalisis penulis menanganinya dengan penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi serta mengarahkan para peserta didik atas apa yang harus ia lakukan. Pengembangan pemahaman konsep pembelajaran IPS dapat dilihat dari perkembangan indikator pemahaman konsep pembelajaran IPS yaitu mampu menjelaskan konsep dan materi yang dipelajari, mampu menginterpretasikan pemahaman, mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki, memiliki perspektif, berempati, serta memiliki pengetahuan diri. Seluruh aspek ini mengalami perkembangan dari siklus pertama hingga siklus kelima dari kualitas kurang, cukup, menjadi baik dengan persentase 217 49,1%, 62,9%, 73,1%, 85,2%, dan 85,2% pada siklus kelima. Dari data tersebut dapat terlihat dengan jelas bahwa penggunaan LKS dapat mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS dengan kategori baik mulai dari siklus ketiga. B. Saran Berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan penelitian dalam menggunakan lembar kegiatan siswa untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS, terdapat beberapa poin yang menjadi saran penulis bagi berbagai pihak terkait penelitian ini yang ditunjukan untuk menggunakan LKS adalah sebagai berikut 1. Bagi pihak sekolah Penulis berharap dengan penggunaan LKS dalam pembelajaran IPS dapat mengembangkan pemahaman konsep serta kualitas pembelajaran IPS di SMP Laboratorium Percontohan UPI. Selain itu sekolah harus mengembangkan pembelajaran tematik dalam mata pelajaran IPS agar pemahaman konsep pembelajaran IPS dapat dicapai secara lebih mendalam dan konfrehensip. Pihak sekolah mendukung dan memotivasi para guru untuk terus mengembangkan LKS yang inovatif dan kreatif serta sesuai kebutuhan peserta didik agar minat dan pemahaman konsep pembelajaran IPS dapat lebih berkembang. 2. Bagi guru Adanya penelitian ini, penulis berharap strategi pembelajaran yang digunakan dapat lebih bervariasi, sehingga menjadi inspirasi untuk lebih mengembangkan model serta media pembelajaran. Bagi peserta didik, adanya penelitian mengenai menggunakan lembar kegiatan siswa untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS, dapat memacu untuk lebih memahami konsep pembelajaran, khususnya konsep pembelajaran IPS umumnya seluruh mata pelajaran, yang menjadi modal dalam memecahkan sebuah permasalahan yang terjadi dalam kehidupan nyata. 218 3. Bagi Penulis Penelitian ini menjadi sebuah pengalaman, motivasi, tolak ukur, kerja keras dan jerih payah dalam menjalanjan pendidikan di jenjang perkuliahan agar pada penelitian selanjutnya lebih baik serta menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan. 4. Bagi penelitian selanjutnya, penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini bukanlah penelitian yang sempurna, sehingga perlu adanya tindak lanjut agar penggunaan LKS dapat dijadikan sebagai selah satu bahan ajar tidak hanya untuk mengembangkan pemahaman konsep pembelajaran IPS, melainkan untuk mengatasi permasalahan lain yang timbul dalam proses belajar mengajar. Selain itu, hendaknya penelitian selanjutnya menganalisis pemahaman konsep pembelajaran secara individu dengan pemilihan konsep pembelajar IPS yang abstrak agar data yang diperoleh lebih akurat, mendalam serta terdapat perbedaan dengan atau tanpa menggunakan LKS. Hal lain adalah pemilihan konsep yang lebih abstrak dibandingkan dengan konsep yang diangkat dalam skripsi ini, agar penggunaan LKS dapat menjadi sebuah pembeda dalam pembelajaran. Demikian kesimpulan dan saran yang dapat penulis kemukakan. Semoga dapat memberikan manfaat terhadap peningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan secara khusus menjadi bahan pertimbangan sekolah dalam mengembangkan LKS dalam pembelajaran IPS tidak hanya membeli dan dijadikan sebagai lahan bisnis sebagian oknum. Apakah Bapak/Ibu guru sedang menyusun RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran? Kalau begitu, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Tujuan Pembelajaran, bukan? Pasalnya, Tujuan Pembelajaran adalah salah satu komponen penting yang harus tercantum di dalam RPP Kurikulum Merdeka. Sederhananya, Tujuan Pembelajaran adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang diharapkan dapat dicapai, dimiliki, dan dikuasai peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Lalu, seperti apa bentuk Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka? Apa fungsinya? Untuk penjelasan lebih detailnya, Bapak/Ibu guru dapat menyimak ulasan berikut ini. Pengertian Tujuan Pembelajaran Kemendikbud mendefinisikan Tujuan Pembelajaran TP sebagai deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi pengetahuan, keterampilan, sikap yang diperoleh murid dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Tujuan Pembelajaran adalah sebuah istilah yang digunakan dalam kurikulum pendidikan Indonesia untuk mendeskripsikan kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai, dimiliki, dan dikuasai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan pembelajaran. Lalu, bagaimana pengertian Tujuan Pembelajaran menurut para ahli? Pengertian Tujuan Pembelajaran Menurut Para Ahli Adapun pengertian Tujuan Pembelajaran menurut para ahli adalah sebagai berikut. 1. Robert F. Mager 1962 Tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. 2. Kemp 1977 dan David E. Kapel 1981 Tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. 3. Oemar Hamalik 2005 Tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran. Fungsi Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka tidak hanya sebagai komponen yang melengkapi RPP saja, tapi ada beberapa fungsi penting yang perlu Bapak/Ibu guru ketahui. Berikut fungsi Tujuan Pembelajaran. 1. Menjadi Arah dan Tujuan dalam Melaksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar Perumusan Tujuan Pembelajaran berfungsi untuk memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran karena sudah ada petunjuknya. Misalnya, bagaimana proses pembelajaran dilakukan, seperti apa hasil yang akan didapatkan, dan teknik atau metode pembelajaran apa yang akan digunakan. 2. Sebagai Bukti Akuntabilitas Kinerja Guru Melalui Tujuan Pembelajaran, siswa mendapatkan gambaran mengenai kompetensi yang harus diraih dan seperti apa proses pembelajaran yang akan dilakukan. Dengan begitu, kredibilitas dan akuntabilitas kinerja guru dapat semakin meningkat. 3. Menciptakan Pengalaman Belajar yang Menyenangkan Fungsi Tujuan Pembelajaran berikutnya adalah mendorong komitmen guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, menarik, efektif, dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Komponen Tujuan Pembelajaran Ada dua komponen utama yang harus dimuat dalam Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka, yaitu kompetensi dan lingkup materi. KompetensiKompetensi adalah kemampuan yang perlu dibuktikan oleh siswa bahwa dirinya telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Agar lebih mudah saat menyusun kompetensi dalam Tujuan Pembelajaran, guru dapat menggunakan pertanyaan panduan, seperti Kemampuan apa yang bisa dibuktikan oleh siswa secara nyata? Tahap berpikir apa yang perlu dibuktikan oleh siswa? Lingkup materiLingkup materi adalah konten dan konsep utama yang harus dipahami oleh siswa pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan untuk menyusun tujuan pembelajaran ini, antara lain Hal-hal apa saja yang harus dipelajari siswa dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran? Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan siswa dapat digunakan sebagai sumber untuk mempelajari konten dalam Capaian Pembelajaran? Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran Sebelum membahas cara menyusun Tujuan Pembelajaran, perlu diketahui bahwa selain kedua komponen di atas, Tujuan Pembelajaran juga harus mengandung unsur ABCD, yaitu Audience AAudience adalah siswa yang menjadi subjek dari tujuan pembelajaran tersebut. Behavior BBehavior adalah perilaku yang dapat mendeskripsikan kemampuan audience setelah pembelajaran. Condition CCondition adalah situasi atau kondisi saat tujuan tersebut diselesaikan. Degree D Degree adalah standar yang harus dicapai audience sehingga dapat dinyatakan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai. Penyusunan Tujuan Pembelajaran sebenarnya tidaklah sulit, sama saja rumusan indikator. Berikut adalah langkah-langkah penyusunan Tujuan Pembelajaran. Melakukan analisis setiap dimensi Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan pembelajaran pada suatu fase. Melakukan analisis Capaian Pembelajaran yang memuat materi dan kompetensi pengetahuan, keterampilan, sikap. Berdasarkan analisis Capaian Pembelajaran tersebut, tentukan materi utama atau konten inti dari suatu pembelajaran. Menentukan dan merumuskan Tujuan Pembelajaran yang memuat kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap, konten, serta kebermaknaan dalam pembelajaran. Menentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Merumuskan Tujuan Pembelajaran Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merumuskan Tujuan Pembelajaran, yaitu Tujuan Pembelajaran yang dirumuskan harus disesuaikan dan diturunkan dari indikator yang ada agar tujuan pembelajaran lebih terukur dan fokus pada hal-hal yang perlu dicapai. Perhatikan urutan penulisan Tujuan Pembelajaran. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan kemampuan siswa dan kompetensi yang ingin dicapai. Di awal pembelajaran, guru perlu melakukan analisis tentang kemampuan siswa, hambatan dan solusi yang dapat diberikan kepada siswa pada saat pembelajaran. Cara Mengukur Keberhasilan Pencapaian Tujuan Pembelajaran Guru perlu menentukan kriteria untuk mengetahui apakah seorang siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini berbentuk penjelasan mengenai kemampuan apa yang perlu ditunjukkan siswa sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran. Itu artinya, guru tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak, misalnya 75, 80, dan seterusnya sebagai kriteria. Namun, jika dibutuhkan, guru diperbolehkan untuk menggunakan interval nilai, misalnya 75-80. Ada tiga pendekatan yang bisa digunakan guru untuk menentukan kriteria siswa yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran, yaitu 1. Menggunakan deskripsi kriteria Contoh, pada tugas menulis laporan mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru menetapkan kriteria keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran berupa laporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut. 2. Menggunakan rubrik Contoh, pada tugas menulis laporan mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada dua bagian yang menjadi kriteria keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, yaitu isi laporan dan penulisan. Dalam rubrik terdapat empat tahap pencapaian, yaitu baru berkembang, layak, cakap hingga mahir. Dalam setiap tahapan ada deskripsi yang menjelaskan performa siswa. 3. Menggunakan skala atau interval nilai Selain deskripsi kriteria dan rubrik, guru juga dapat menggunakan skala atau interval nilai untuk menentukan kriteria keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk menggunakan skala atau interval nilai ini, guru harus menentukan terlebih dahulu intervalnya dan langkah selanjutnya yang akan dilakukan pada siswa. Sebagai contoh skala atau interval 0 – 40% artinya siswa belum berhasil mencapai tujuan pembelajaran sehingga harus melakukan remedial. Contoh Tujuan Pembelajaran Contoh 1 Berikut adalah contoh Tujuan Pembelajaran Matematika pada fase F. Peserta didik dapat menjelaskan dan menggunakan rumus jumlah dan selisih sinus dan cosinus. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa yang menjadi komponen kompetensinya adalah menjelaskan dan menggunakan, sedangkan komponen lingkup materi yang dipelajari adalah trigonometri sinus dan cosinus. Contoh 2 Berikut adalah contoh Tujuan Pembelajaran untuk mata pelajaran Biologi pada fase D. Mengidentifikasi status dan kondisi Keanekaragaman Hayati di Kawasan Asia Tenggara. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa yang menjadi komponen kompetensinya adalah mengidentifikasi, sedangkan komponen lingkup materi yang dipelajari adalah Keanekaragaman Hayati di Kawasan Asia Tenggara. Setiap pendidik menginginkan anak didiknya bisa mendapatkan kualitas belajar yang bagus. Dengan kualitas belajar yang bagus tersebut, hasil belajar yang diberikan siswa bisa lebih maksimal dan tujuan belajar yang ditentukan bisa tercapai tepat waktu. Untuk merealisasikan harapan ini, tentu saja peran guru terhadap kegiatan pembelajaran siswa harus besar. Misalnya dengan membuat proses kegiatan belajar menjadi lebih kreatif, aktif, dan seimbang. Pada kesempatan ini, kita akan membahas beberapa contoh kegiatan pembelajaran seimbang yang dapat Anda terapkan dalam kelas kapan pembelajaran seimbang dicetuskan? Pembelajaran seimbang sudah mulai mendapatkan perhatian para pendidik di Indonesia sejak tahun 2020, di mana saat masa pandemi Covid-19 mulai menempati Indonesia. Dengan adanya pandemi, kegiatan pembelajaran siswa menjadi terhambat, kesulita,n dan tidak bisa berjalan dengan maksimal seperti kegiatan pembelajaran yang biasa, guru dan siswa bisa berinteraksi secara langsung dalam menjalankan proses kegiatan belajar. Jika siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, guru bisa dengan segera mengatasi kesulitan tersebut. Berbagai macam latihan tertulis maupun praktik bisa dilangsungkan tanpa hambatan lokasi, situasi, dan kondisi serta waktu yang sulit ditemukan di saat pandemi saat seimbang dirancang oleh para pendidik dengan tujuan meningkatkan kreativitas siswa dalam kegiatan pembelajarannya. Para pendidik berharap bahwa setelah siswa mereka telah lulus dari bangku sekolah mereka tidak hanya mampu dan memiliki bekal kemampuan akademik saja, tetapi mereka juga memiliki bekal yang cukup dan berguna bagi masa depan mereka, misalnya seperti kreativitas siswa, kemampuan mereka dalam mengatasi masalah secara langsung, kemampuan berkomunikasi siswa, serta kemampuan siswa dalam karena itu, dalam penerapannya pembelajaran seimbang menuntut guru dan siswa untuk memanfaatkan semua hal yang mereka temukan di lingkungan sekitar sekolah, karena memiliki banyak sekali nilai edukasi yang bisa diterapkan kepada siswa melalui program pembelajaran ditelusuri dari penjelasan salah satu pendidik yang ada di Indonesia berdasarkan website yang dikeluarkan pada tanggal 28 Februari 2020, program pembelajaran seimbang sudah dijalankan kurang lebih satu tahun yang lalu sejak website diluncurkan yang berarti sudah mulai digunakan oleh para pendidik sejak tahun 2018 lalu. Berdasarkan penjelasan laman tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran tersebut memberikan dampak yang cukup positif bagi siswa, yang mana mereka menjadi lebih kreatif dan mandiri dalam menjalankan kegiatan beberapa prinsip yang harus dilakukan oleh para guru untuk menerapkan kegiatan pembelajaran seimbang di dalam kelas yang mengacu pada beberapa langkah di bawah Setiap siswa melakukan aktivitas mengingat dan memahami. Setelah itu, beberapa siswa dapat melakukan aktivitas pada jenjang aktivitas yang lebih tinggi higher order thinking skills.2. Beberapa siswa akan bekerja pada keterampilan berpikir di jenjang dasar basic thinking skills, sedangkan beberapa siswa lain yang kemampuan berpikirnya lebih cepat akan bekerja pada jenjang yang lebih Apabila siswa sudah melakukan aktivitas di jenjang dasar, mereka dapat memilih aktivitas pada jenjang yang lebih Beberapa aktivitas yang dilakukan siswa bisa dikatakan wajib untuk dikerjakan, sedangkan aktivitas lain digolongkan sebagai aktivitas yang Pada kesempatan ini guru akan menerapkan proses pembelajaran yang diawali dengan memberikan permasalahan yang berjenjang. Setelah masalah diberikan, siswa akan dirangsang untuk mampu berpikir secara aktif pada Model Pembelajaran SeimbangPembelajaran seimbang adalah proses kegiatan belajar yang berjalan secara sistematis antara konsep belajar, materi dan MeilinaContoh Kegiatan Pembelajaran Seimbang yang TepatDalam kegiatan pembelajaran, adapun beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh para guru ketika ingin menentukan kegiatan atau aktivitas yang cocok untuk dilakukan oleh siswa. Ada beberapa contoh kegiatan pembelajaran seimbang yang dapat Anda lakukan bersama siswa Memberikan Batas Waktu Belajar dan BermainProses belajar siswa melibatkan dua proses, yaitu proses menyerap pembelajaran dan mengolah materi yang sudah dipelajari. Dalam penerapannya berarti ketika siswa telah selesai mempelajari materi pembelajaran yang Anda berikan, maka tindakan selanjutnya yang dilakukan siswa yaitu memproses ilmu yang sudah dipelajari, misalnya dengan mengerjakan beberapa latihan soal atau kuis berupa tanya jawab yang dilakukan secara langsung untuk menguji kemampuan siswa. Setelah semua kegiatan telah selesai dilaksanakan, maka Anda bisa memberikan waktu kepada mereka untuk beristirahat sejenak atau Anda membuka kelas baru yang bertema tentang impian atau cita-cita yang dimiliki anak di masa Menggunakan Pendekatan Pembelajaran SeimbangSetiap guru ingin anak didiknya memiliki kemampuan akademik dan kreativitas yang tinggi. Namun, pernahkah Anda berpikir sejenak apakah kemampuan akademik dan kreativitas yang dilatih anak setiap harinya tidak membuat mereka jenuh dan perkembangan karakternya bisa berkembang dengan baik? Dewasa ini, para psikolog dan pengajar menitikberatkan pendidikan pada tumbuh kembang secara menyeluruh dan seimbang yang berarti setiap siswa diharapkan tidak hanya berkembang secara fisik saja, tetapi juga pada mental, emosional, sosial, dan moral anak. Dengan kata lain, dalam proses kegiatan pembelajaran guru diharapkan menggunakan pendekatan pembelajaran yang seimbang. Siswa tidak hanya diajarkan materi pembelajaran saja di dalam kelas, tetapi guru turut membawa siswa ke lapangan untuk menerapkan materi yang sudah Menciptakan Lingkungan Belajar yang Mendukung Kompetensi SiswaUntuk menumbuhkan minat belajar yang tinggi, tentu saja sebagai guru dan orangtua kita harus memperhatikan lingkungan belajar siswa. Misalnya, dalam dunia pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, tentu saja sebagai seorang pekerja kita memastikan bahwa lingkungan kerja dan suasana yang dimiliki nyaman, tidak berisik, dan aman. Hal-hal tersebut juga dibutuhkan oleh siswa di sekolah. Para siswa membutuhkan lingkungan belajar yang bisa mendukung proses kegiatan belajar mereka. Dengan demikian para guru di sekolah harus saling bekerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang cocok untuk siswa. Selain itu, para guru juga harus menjaga kedisplinan siswa di sekolah dan menentukan batasan-batasan yang harus dipatuhi siswa di sekolah. Batasan-batasan tersebut bisa dituliskan ke dalam tata tertib sekolah maupun di Dicontoh! Ini Konsep Pendidikan di Jepang yang BerhasilPendidikan di Jepang dikenal sangat baik dan berhasil. Tak ada salahnya konsep pendidikan Jepang menjadi contoh untuk pendidikan di CahyaniBerdasarkan penjelasan mengenai pembelajaran seimbang dan beberapa contoh kegiatan pembelajaran seimbang yang dapat Anda lakukan bersama siswa Anda, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seimbang sangat tepat diterapkan dalam proses kegiatan belajar guru, orangtua juga bisa menerapkan kegiatan pembelajaran seimbang ini di rumah. Para orangtua bisa bertugas sebagai pengawas bagi siswa ketika sedang belajar di rumah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, para guru bisa menggunakan pendekatan yang tidak kaku dan bersifat fleksibel. Sangat disarankan kepada para guru dan orangtua untuk tidak melakukan pemaksaan kepada siswa ketika memulai kegiatan pembelajaran, karena akan berdampak pada karakter anak. Anak-anak yang sering ditekan dan dipaksa akan memiliki mental yang tidak percaya diri, memiliki rasa takut yang besar dan besar kemungkinan akan tumbuh menjadi seorang yang gemar berontak. Maka dari itu, pastikan bahwa pendekatan yang akan digunakan dalam memulai kegiatan belajar sudah tepat. Jadi steuktur bunga itu ada mahkota bunga, kelopak bunga, tangkai bunga, dasar bunga, kepala putik, tangkai putik, kepala sari, tangkai sari.

susunlah kesimpulan dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah kamu lakukan