Pembiayaankesehatan yang berkelanjutan harus menjadi fokus utama, dan ini dapat direalisasikan dengan meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS kesehatan,” ujarnya dalam keterangan pers ajang penghargaan “Novartis Press Award” (NPA) 2020 pada Rabu (16/12). Dalam pemaparan Hasbullah, jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan perlu ditingkatkan dengan
Itulahalasan yang tepat untuk mulai wirausaha. Jika anda berniat jadi pengusaha lalu membicarakan sebuah peluang usaha, mungkin anda akan mendengar banyak saran bernada pesimis agar anda menghindari dunia bisnis tersebut, misalnya; “ Itu susah dan terlalu beresiko “, “ Wah, yang gitu sudah banyak “, “ Gak mungkin laku “, “ kerja
Untukdapat menggali dan memanfaatkan peluang usaha, seorang wirausaha harus dapat berpikir secara positif dan kreatif, seperti: 1. Percaya dan yakin bahwa usaha tersebut dapat dilaksanakan. 2. Mau menerima gagasan atau ide-ide baru. 3. Memiliki semangat kerja yang tinggi. 4. Mampu berkomunikasi dengan baik.
FreshGraduate biasanya menginginkan bekerja di sebuah perusahaan. Baik itu perusahaan yang baru dirintis seperti startup atau bahkan perusahaan-perusahaan besar. Semuanya itu, memiliki tantangan tersendiri bagi para fresh graduate.
Pertama untuk mencapai kesuksesan dalam usaha/bisnis baru Anda, Anda harus memiliki produk atau layanan luar biasa yang menambah nilai bagi kehidupan pelanggan Anda. Kedua, Anda harus menjaga etika Anda. Karena itu, Anda harus konsisten terhadap apa yang telah Anda janjikan. Baik kepada suplier, pelanggan atau kepada publik.
Dengankita berusaha kita tidak hanya menghidupi diri kita sendiri, tetapi juga menghidupi orang-orang yang
9ZSWNiI. Memulai sebuah bisnis memang bukan perkara yang mudah. Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi. Untuk Anda yang berencana atau sedang merintis bisnis baru, Anda pasti akrab dengan beberapa hal berikut ini. Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh bisnis atau usaha yang baru berdiri. 1. Pengalaman Menjalankan bisnis tidak semudah yang terlihat. Para pengusaha sukses harus bergelut degan berbagai kesulitan sebelum sampai pada titik puncak. Satu hal yang pasti tidak dimiliki oleh pelaku bisnis baru adalah pengalaman. Mereka biasanya tidak paham bagaimana cara menyelesaikan berbagai tugas dan persoalan yang datang bersamaan. Akan ada banyak trial and error dalam proses ini. Anda bisa menyiasati hal ini dengan 2 hal memiliki seorang mentor yang sudah ahli dan berpengalaman di bidangnya atau mempekerjakan para staf yang ahli pada bidang ini. 2. Tim yang Tepat Berkaitan dengan mempekerjakan staf ahli, penting bagi pebisnis pemula dalam menemukan orang-orang yang tepat untuk bekerja sama. Bagaimana cara menemukan orang yang tepat? Pastikan mereka memiliki dua hal yaitu mengerti visi dan tujuan Anda ke depan serta mau menjadi bagian dalam perjalanan Anda. Tidak hanya staf, Anda butuh mentor, pelatih, dan penasehat yang sejalan dengan Anda. Orang-orang inilah yang akan mengarahkan Anda, memberi saran tentang bagaimana Anda bisa mencapai tujuan dan Anda akan membutuhkan mereka untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan. 3. Modal Yang satu ini pasti menjadi persoalan untuk setiap bisnis. Besarnya modal yang dibutuhkan satu usaha dengan yang lain memang berbeda, tergantung pada jenisnya. Bisnis berbasis internet biasanya membutuhkan modal yang relatif kecil dibandingkan dengan bisnis yang memperdagangkan produk fisik. Nah, kalau bisnis Anda berbasis internet, Anda bisa membangun sebuah bisnis dengan modal 0 rupiah! Tentu ini kembali pada jenis produk yang dijual. Jika Anda menjual barang fisik, Anda akan membutuhkan uang untuk membeli stok barang. Jika bisnis Anda membutuhkan kantor fisik untuk bekerja, maka lebih tinggi lagi modal yang dibutuhkan. 4. Multi-Tasking Tantangan lain dari memulai sebuah bisnis baru adalah semua pekerjaan belum terdistribusi dengan baik. Selain karena masalah finansial dan jumlah karyawan yang masih sedikit, kurangnya pengalaman juga berpengaruh. Meski Anda adalah bos-nya, bisa jadi Anda harus bekerja sama kerasnya dengan staf Anda. Setiap orang yang bekerja di sebuah perusahaan baru dituntut untuk memiliki kemampuan multi-tasking yang baik. Mulai dari pemasaran, riset, pengembangan produk, layanan pelanggan, hingga manajemen keuangan harus dikuasai. Tidak jarang seorang karyawan perusahaan baru harus menjalankan 2 atau 3 jabatan sekaligus. Meski terdengar berat dan melelahkan, hal ini sangat bermanfaat bagi setiap orang. Misalnya Anda yang menangani layanan pelanggan di masa-masa awal pembentukan usaha akan memahami bagaimana cara terbaik untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan menghindari kesalahan-kesalahan sebisa mungkin. Jadi setelah perusahaan berkembang menjadi usaha yang lebih besar, Anda akan lebih mudah mengontrol setiap aspek yang ada. 5. Pasar dan Pelanggan Kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh pelaku usaha baru adalah menjalankan bisnis yang ternyata tidak menarik banyak orang. Apapun bisnis yang dijalankan, tentu menarik minat pasar adalah hal penting. Tidak hanya untuk membangun basis pelanggan, jika bisnis Anda menarik maka akan ada banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi pada bisnis Anda. Jika bisnis Anda “sepi”, rasanya tinggal menghitung hari saja menuju kebangkrutan. Meski usaha yang Anda dirikan masih baru, tidak menutup kemungkinan usaha Anda mengalami kebangkrutan. Inilah pentingnya riset pasar sebelum membangun usaha. Bila perlu, lakukan riset dalam waktu selama yang Anda butuhkan hingga Anda benar-benar memahami kondisi pasar. Tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan riset. Lakukanlah riset cerdas dengan mengamati keadaan di sekitar Anda. Kebutuhan apa yang belum terpenuhi, seberapa banyak orang yang membutuhkan, adakah orang yang telah mencoba sebelumnya, dan bagaimana hasilnya. Jawaban-jawaban atas pertanyaan ini memberikan gambaran lebih jelas kepada Anda tentang kondisi pasar yang sesungguhnya. Produktivitas Bisnis atau usaha baru memiliki tingkat produktivitas yang relatif lebih tinggi. Mengingat banyaknya tugas yang harus diselesaikan, sementara hanya ada sedikit tenaga, maka mau tidak mau semua orang akan menjadi produktif. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia dalam sebuah bisnis startup. Tantangan baru yang muncul setiap hari memacu setiap orang untuk lebih fokus dan bekerja secara efektif. 7. Keuntungan Tidak ada seorang pelaku usaha pun yang ingin rugi. Mereka pasti akan melakukan segala hal untuk memperoleh keuntungan. Mulai dari sisi pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga menekan biaya produksi seminimal mungkin. Setiap pebisnis pemula harus menyadari bahwa meraih keuntungan bukanlah hal yang mudah. Bahkan, dalam 1 atau 2 tahun pertama, fokus usaha adalah untuk mengembalikan modal. Setelah modal terbayar lunas, barulah bisnis yang dijalankan bisa memberikan keuntungan. Jumlah keuntungan sendiri juga tidak menentu. Banyak sedikitnya tergantung pada respons pasar dan produk yang dijual. 8. Determinasi Tantangan yang muncul dalam sebuah bisnis baru bisa tidak terduga dan sulit dipecahkan. Di saat-saat seperti itu, Anda pasti merasa ingin berhenti saja. Jika Anda benar-benar ingin berhasil dengan bisnis yang dijalankan, Anda perlu determinasi yang kuat. Bulatkan tekad Anda, bila perlu buat diri Anda terobsesi dengan kesuksesan. Jangan mudah lelah dan menyerah karena akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi di masa yang akan datang. Setiap tantangan yang datang adalah ujian untuk menjadikan Anda lebih baik. Jika orang lain saja bisa lolos dan sukses, Anda juga pasti bisa. Artikel Terkait 9 Pertanyaan yang Sering Diajukan Ketika Membuka Bisnis Baru Memanage Cash Flow Keuangan pada Bisnis Musiman Apa itu Payment Gateway? Bagaimana Cara Kerja Payment Gateway? 5 Cara Memulai Bisnis Cleaning Service Demikianlah artikel tentang 8 tantangan yang dihadapi bisnis baru, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Dr. Wa Ode Zusnita Muizu, menjadi narasumber Webinar Series 4 Pengembangan Soft Skill Mahasiswa “Peningkatan Kemampuan Manajerial Mahasiswa dalam Mengelola Usaha Kecil dan Menengah di masa Pandemi” yang digelar secara daring, Sabtu 16/10/2021. [Kanal Media Unpad] Berbagai tantangan acapkali dihadapi para pelaku usaha saat menjalani bisnisnya. Untuk itu, kemampuan manajerial penting dikuasai pelaku usaha. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Dr. Wa Ode Zusnita Muizu, mengatakan, kemampuan manajerial dapat membantu pelaku usaha mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul dalam berwirausaha. Hal tersebut ia sampaikan dalam Webinar Series 4 Pengembangan Soft Skill Mahasiswa “Peningkatan Kemampuan Manajerial Mahasiswa dalam Mengelola Usaha Kecil dan Menengah di masa Pandemi” yang digelar secara daring, Sabtu 16/10/2021. “Ini nantinya bisa membantu kita di dalam mengelola kegiatan usaha secara lebih sistematis, teroganisir secara rapi, sehingga prosesnya akan bekerja lebih baik,” kata Wa Ode. Keterampilan manajerial yang perlu dimiliki antara lain human skills, technical skills, dan conceptual skills. “Kalau sudah mulai mengglobal kita perlu global management skills,” ujarnya. Wa Ode mengatakan, menghadapi tantangan di dunia usaha perlu adanya manajemen organisasi dengan tepat, sehingga dapat turut mendukung tercapainya tujuan. “Disinilah pentingnya ilmu manajemen, kemampuan di dalam mengatur, mencapai tujuan dengan mengelola sumber daya melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, perngarahan, dan pengendalian,” tuturnya. Sebagai pelaku usaha, penting menerapkan ilmu manajemen sebagai pondasi di awal. Dengan demikian, ketika menghadapi kendala dapat segera menemukan solusinya. Saat ini kemampuan yang juga penting dikuasai adalah kemampuan digital. Wa Ode mengatakan bahwa dengan kemampuan digital yang dimiliki harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menguatkan secara manajerial, serta dapat berdampak pada peningkatan usaha Wa Ode pun menyebutkan pentingnya membangun kekuatan tim yang solid. Dengan kekuatan tim solid, segala beban dan kesulitan akan lebih mudah diatasi, termasuk tantangan pandemi Covid-19.arm*
JAKARTA, - Tak jarang para pelaku UMKM mengalami kegagalan dalam mengembangkan bisnisnya lantaran tidak berhasil menyelesaikan tantangan yang ada di depan. Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa membeberkan ada 4 tantangan yang sering sekali dihadapi UMKM ketika mengembangkan bisnisnya. "Tantangan pertama itu adalah minimnya akses ke permodalan. Jadi pengusaha itu, modal berani saja tidak cukup, tapi butuh modal lain untuk mengimprosisasi kreativitas agar semua ide yang dimiliki bisa dieksekusi," ujarnya dalam webinar Jobstreet yang disiarkan secara virtual, Rabu 17/11/2021.Baca juga Menko Perekonomian Kemitraan Ritel–UMKM Jadi Momentum Pembinaan Kualitas Produk Andi mengakui memang sejauh ini pemerintah sudah memiliki banyak program untuk membantu UMKM mendapatkan permodalan, entah itu lewat program KUR atau pun Bantuan Langsung Tunai BLT lainnya. Kemudian, tantangan kedua adalah tidak memiliki kemampuan Sales dan Marketing. Menurut Andi, memiliki kemampuan untuk foto saja tidak cukup. Namun, lebih dari itu UMKM dituntut untuk memiliki skill membuat cerita narasi yang menarik serta mengetahui algoritma marketing dari media sosial lainnya seperti promosi lewat Intagram, Facebook dan banyak lainnya. "Dari sisi UMKM sendiri, ini sebenarnya tidak susah karena bisa diakses dari google namun memang di lapangan semuanya tidak seperti teori. Tapi harus dilakukan, tidak mudah memang," kata Andi. Baca juga Menkop Sebut UMKM yang Terhubung ke Platform Digital Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Selanjutnya, tantangan ketiga adalah distribusi dan logistik. Andi bilang, negara Indonesia adalah negara kepulauan yang artinya biaya logistik mahal. Hal ini jugalah menurut Andi yang menjadi salah satu beban bagi UMKM. "Yang keempat itu pengembangan SDM. Sebenarnya ini sangat penting tapi belum dilihat oleh UMKM atau tidak sadar lantaran terlalu sibuk sama bisnisnya. Di sini UMKM seharusnya harus bisa bekerjasama dengan tim dan harus bisa memanusiakan manusia agar semua tim bisa memiliki visi dan misi yang sama untuk mengembangkan bisnis," jelas Andi. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
August 18, 2020 Memulai bisnis harus memperhatikan berbagai aspek penting agar bisnis mampu berjalan dengan lancar. Baik bisnis kecil maupun besar, sejumlah tantangan tak lepas menyelimuti pebisnis selama perkembangan dan pertumbuhan usaha berlangsung. Hal inilah yang tak jarang menyebabkan bisnis gagal beroperasi. Lazimnya, dalam berbisnis membutuhkan strategi yang tepat agar tantangan mampu dilewati hingga tuntas. Namun sebelum mencari strategi yang dimaksud, kamu harus mengetahui tantangan-tantangan apa saja yang akan dihadapi selama berbisnis nantinya. BACA JUGA 5 Channel Youtube Edukasi yang Memberikanmu Banyak Wawasan Baru 1. Kesigapan yang kurang Sudah menjadi momok, ketika memulai bisnis seringkali mendapat tekanan untuk bisa mencapai target tertentu. Padahal, prospek untuk menjangkaunya masih terlampau jauh. Hal ini yang mendorong pelaku bisnis dilema bahkan pesimis untuk mencapai tujuan-tujuan dari bisnis. Ketika baru memulai bisnis, atau menumbuhkan bisnis setelah mengalami penurunan, mencapai target utama sangat tidak disarankan. Sebab akan mempersulit dalam mempertahankannya. 2. Tidak ada penyesuaian digitalisasi bisnis Sumber Sebagian besar orang beranggapan bahwa digitalisasi akan mempermudah setiap aktivitas bisnis. Tak hanya itu, keuntungan bisnis yang dihasilkan setelah penerapan digitalisasi juga diklaim akan lebih besar. Perlu kamu ketahui, meskipun digitalisasi membuat waktu, tenaga, dan biaya semakin hemat, justru digitalisasi menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap sepele. Keberadaan digitalisasi bisnis membuat kamu harus menerapkan sistem terbuka dan responsible terhadap sejumlah ancaman tertentu. Salah satu yang cukup berpengaruh adalah persaingan global, dimana kamu akan bertemu para pebisnis yang menjalankan usaha serupa. Apabila tidak ada adaptasi sebagai landasan digitalisasi bisnis yang kuat, maka bisnis kamu akan jatuh dan sulit bertahan 3. Manajemen dan SDM yang kurang profesional Menjalankan bisnis di masa sekarang sangat sulit untuk memastikan prospek selama kurun waktu tertentu. Apakah akan naik, atau bahkan turun. Hal ini yang membuat sistem manajemen menjadi kacau dan sulit untuk menyesuaikan kinerja internal, terlebih jika bisnis yang dijalankan melibatkan banyak pegawai. Pelaku bisnis akan kesulitan membuat sistem manajemen yang terstruktur sesuai kondisi yang sedang berlangsung. Tidak jarang pula segala kebijakan yang diambil akan berseberangan dengan ekspektasi. 4. Perilaku masyarakat yang beragam Sumber Kesuksesan bisnis bisa dipengaruhi oleh kepuasan masyarakat terhadap pelayanan atau produk yang diperoleh. Sebagai pelaku bisnis tentu setidaknya mampu memperoleh peringkat dalam persaingan bisnis tertentu dengan cara memperoleh kepercayaan masyarakat atau testimonial yang positif. Bukan perkara yang mudah, mengingat kebutuhan masyarakat yang kompleks akan membuat bisnis berjalan tidak stabil. Penyesuaian terhadap karakteristik masyarakat kadang membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan pengambilan keputusan dalam berbisnis harus sesegera dan sejelas mungkin. 5. Minimnya strategi digital marketing Bisnis apapun saat ini akan sulit berkembang jika tidak diintegrasikan dengan sistem online sebagai basis pemasarannya. Sebab, internet adalah pasar yang luas untuk mempertemukan bisnis dengan konsumen/klien. Artinya, digital marketing telah menjadi keharusan untuk bisnis apapun. Misalnya dalam hal persaingan bisnis, digital marketing adalah satu bidang yang cukup menonjol. Ketidakmampuan menyusun strategi pemasaran digital akan berdampak buruk terhadap perjalanan bisnis untuk ke depannya. 6. Keterbatasan modal dan perputaran yang tidak terukur Sumber Untuk menjalankan bisnis agar senantiasa berkembang, tentu modal menjadi syarat utamanya. Modal tak harus berupa finansial perusahaan, keterlibatan pegawai juga kepunyaan aset adalah bagian dari modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis. Semakin besar modal yang dimiliki semakin mudah pula mengarahkan bisnis ke target tertentu. Berbeda dengan perputaran modal, ketika membicarakan sistem manajemen bisnis, perputaran modal adalah bagian terpenting dan relatif sulit untuk mengaturnya. Jika perputaran modal tidak dimanajemen sebaik mungkin, bisa jadi bisnis tidak mampu bertahan lama. Masalah yang seringkali terjadi adalah rancangan anggaran yang kurang tepat, dimana bisnis selalu mengalami defisit, atau dalam istilah awam pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Demikianlah 6 tantangan bisnis yang seringkali dihadapi oleh kalangan pebisnis. Keberhasilan melewati semua tantangan di atas belum mampu menjamin bisnis akan sukses, kecuali kamu bisa mencegah tantangan tersebut dan memastikannya untuk tidak kembali terjadi. ——- BACA JUGA 3 Platform Iklan Digital Ini Akan Membantumu Dalam Pemasaran Secara Online Mau Berjualan Online? Coba Asah 5 Skill Ini Terlebih Dahulu Agar Omzet Melesat Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Memulai Bisnis Dari Nol, Modal Uang Bukan Segalanya! tantangan bisnis Newer Post 6 Tips Agar Wawancara Via Online Jadi Maksimal Older Post 5 Channel Youtube Edukasi Yang Memberikanmu Banyak Wawasan Baru
2 Di era industri ini anak-anak muda belomba-lomba mendirikan startup. Hal tersebut tentunya sangat baik bagi perekonomian negara, karena salah satu kriteria negara dikatakan maju adalah ketika 14% dari rasio penduduknya adalah pengusaha. Saat ini jumlahnya baru mencapai 3,1 persen. Namun semakin banyak startup yang berdiri tentunya semakin memperketat persaingan yang akan dihadapi oleh para pelaku industri tidak ada rumus pasti untuk menghadapi ketatnya persaingan karena setiap startup tentunya memiliki masalah dan tantangannya masing-masing. Berbagai tantangan berat tentu akan menunggu Anda di awal-awal masa pendirian startup. Berikut 5 tantangan paling umum yang akan dihadapi ketika Anda ingin mendirikan bisnis startup. Mencari Mitra/Founder yang Punya Kesamaan Visi Menemukan Tim yang Tepat Menemukan Bisnis ModelMencari Product Market Fit Mencari InvestorMencari Mitra/Founder yang Punya Kesamaan Visi Mencari mitra/founder memang bukan perkara yang mudah. Banyak yang bilang seperti mencari jodoh. Mencari founder yang tidak hanya sebagai pelengkap tapi memiliki visi yang sama. Sebagaimana membangun rumah tangga, memiliki visi yang sama adalah yang sangat mendasar. Ketika visi sudah sama maka perjalanan akan menjadi jelas arah dan tujuannya. Bagaimana jika sevisi namun memiliki sifat yang berbeda? Justru bagus! Partner yang baik adalah partner yang bisa saling melengkapi, sehingga nantinya akan menjadi perpaduan yang luar Tim yang Tepat Salah satu sebab kegagalan bisnis startup adalah pemilihan tim awal yang tidak tepat. Maka berlaku juga sebaliknya, bisnis startup yang mampu tumbuh menjadi besar yang ada di Indonesia saat ini dibangun dari sebuah tim yang solid. Pemilihan tim yang tepat sangat memengaruhi keberhasilan startup? Ini karena di tahap awal, tidak semua orang mau ikut serta dalam mengembangkan sebuah Bisnis ModelSebuah startup tentunya berawal dari sebuah ide cemerlang. Ide yang bisa menyelesaikan permasalahan banyak orang saat ini. Namun untuk mendirikan bisnis startup tidak cukup mengandalkan ide saja. Startup membutuhkan bisnis model, bagaimana Anda menghasilkan uang, memutarkan uang tersebut, berkomunikasi dengan mitra dan lain industri tentunya memiliki bisnis model yang berbeda-beda. Perlu juga diingat bahwa sebuah bisnis model tidak selamanya pasti, bisnis model akan selalu mengalami perubahan menyesuaikan kondisi pasar. Jika Anda belum memiliki bisnis model, maka segeralah membuatnya bersama mitra/founder Product Market Fit Poin keempat ini berhubungan erat dengan bisnis model. Jika Anda memiliki telah memiliki product market yang cocok, maka Anda akan mudah membuat bisnis model. Dengan mengetahui product market fit, Anda akan bisa menawarkan sebuah produk yang sesuai dengan konsumen. Sehingga hal ini akan membuat Anda semakin mudah meyakinkan konsumen untuk membeli solusi yang Anda tawarkan. Tanpa adanya pengetahuan yang kuat tentang product/market fit, maka Anda hanya akan menerka-nerka saja apa yang menjadi kebutuhan InvestorUntuk mendirikan sebuah bisnis startup, dibutuhkan lebih modal yang tidak sedikit. Sangat jarang sekali sebuah startup berawal dari modal pribadi pendirinya, mengingat kebutuhan yang begitu besar. Maka pilihan permodalan yang seringkali dimanfaatkan ada dua mengajukan pinjaman pada bank atau mencari investor. Untuk pilihan yang pertama ini menuntut jaminan dan suku bunga yang cukup tinggi. Dengan kondisi bisnis yang baru berdiri, maka berisiko sekali rasanya jika menggunakan pilihan ini. Mengingat pendapatan yang belum pasti dan jangka waktu pembayaran yang terbilang pendek untuk startup banyak orang yang lebih memilih pilihan kedua, yakni mendapatkan modal melalui investor. Permodalan melalui investor tidak membutuhkan jaminan dan pembayaran bunga. Anda cukup berbagi keuntungan bisnis startup dengan sang investor. Namun untuk mendapatkan investor ini bukan perkara yang mudah. Karena investor tentunya tidak ingin mengalami kerugian dengan memberikan modal kepada startup yang tidak mampu menghasilkan Anda sebagai founder harus mampu memberi presentasi yang meyakinkan tentang potensi startup yang Anda rintis. Yang paling penting adalah Anda bisa menunjukkan perhitungan margin keuntungan yang kelak akan diperoleh startup. Perlu juga diketahui bahwa investor juga akan memperhatikan ancaman dan risiko yang akan dihadapi startup. Jika Anda mampu menunjukkan bagaimana cara menghadapi ancaman dan risiko tersebut maka Anda akan dipandang pantas untuk menjalankan usaha dari permodalan investor, pebisnis juga dapat mengajukan pendanaan modal usaha agar bisnisnya makin berkembang. Klik tombol di bawah ini untuk ajukan pendanaanAjukan Sekarang!Bukan perkara yang mudah memang untuk memulai sesuatu, untuk memulai sebuah habit baru saja Anda membutuhkan minimal dua minggu tanpa putus melakukan hal tersebut sampai menjadi habit. Apalagi ini adalah persoalan mendirikan sebuah bisnis yang tentunya akan bersentuhan dengan banyak pihak. Semakin banyak pihak yang terlibat maka resiko yang dihadapi akan semakin tinggi. Maka tak jarang startup yang berubah haluan atau bahkan mati karena tak sanggup menghadapi resiko dan tantangan yang jangan khawatir, cukup tanamkan mindset bahwa 5 tantangan di atas adalah layaknya anak tangga yang harus dilewati satu demi satu untuk mengantarkan bisnis startup Anda menuju level yang lebih tinggi. Jika mindset ini tertanam dengan baik maka Anda akan menghadapi tantangan dengan penuh semangat. Terus belajar dan jangan menyerah karena hasil tidak akan pernah mengkhianati juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund UNCDF dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di mengenal Modalku lebih baik? Klik di secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan OJK.sumber Ubaidillah Pratama is Modalku SEO & content marketing, blog writer & FinTech enthusiast.
tantangan akan menjadi pemicu sebuah usaha mencapai tujuan